Mengukir Sejarah dengan Kata, Rel Panjang Jadi Saksi
- 04 Mei 2025 23:17 WIB
- Sampang
KBRN, Bangkalan: Bangkalan tak hanya memiliki jejak sejarah, tetapi juga menyimpan kisah tentang pejuang pena yang mengangkat nama daerah ke tingkat nasional.
Miftahol Umar, jurnalis RRI SP Sampang yang bertugas peliputan di kabupaten Bangkalan, Selasa (22/4/2025) melangkah tegap menjemput takdirnya, membawa kebanggaan bagi daerahnya dengan meraih Juara Favorit kategori Wartawan Media Online dalam Lomba Karya Jurnalistik TMMD ke-123 tahun 2025.
Tak sendiri, ia ditemani oleh Dandim 0829 Bangkalan, Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, dalam perjalanan panjang menembus rel baja, menuju Mabes TNI AD Jakarta Pusat. Perjalanan darat yang memakan waktu delapan jam dari Stasiun Pasar Turi Surabaya menuju Stasiun Pasar Senen Jakarta bukan sekadar lintasan waktu, tetapi juga sebuah perenungan akan arti perjuangan.
"Ini bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin bagi seorang jurnalis yang telah bekerja keras menyuarakan pembangunan negeri. Miftah adalah contoh nyata bahwa jurnalistik bukan hanya tentang menulis, tetapi juga tentang mengabdikan diri untuk menginformasikan yang benar dan bermanfaat," ujar Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi.
Sesampainya di Jakarta, Rabu (23/4/2025) Miftah melangkah ke Aula Mabes TNI AD, tempat penghargaan bergengsi itu akan diberikan. Sebelumnya, ia beristirahat di hotel dekat stasiun pasar Senin, membiarkan sejenak dirinya merenung akan pencapaian yang telah diraih.
Pada Kamis (24/4/2025) pagi, dengan penuh kebanggaan, ia menuju tempat di mana karya jurnalistiknya dihargai dan diakui. Berdampingan dengan Dandim 0829 Bangkalan, ia menerima penghargaan, sebuah simbol kemenangan bagi dirinya dan bagi Kodim 0829/Bangkalan serta lembaga RRI.

"Ini bukan hanya penghargaan bagi Miftah, tetapi juga penghormatan bagi semua jurnalis yang bekerja tanpa lelah untuk menyampaikan kebenaran. Saya bangga bisa mendampingi seorang jurnalis berbakat dari Bangkalan yang telah berkontribusi bagi dunia jurnalistik nasional," kata Dandim 0829 Bangkalan dalam apresiasinya.
Sehari sebelum acara penerimaan penghargaan setelah selesai gladi, Miftah tak langsung kembali ke Hotel, Ia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dengan saudara dan rekan di Jakarta. Ia berkunjung ke Kantor Kementerian Agama, Kantor Pusat RRI, Radio Dalam dan bertemu langsung dengan Bupati Bangkalan, Lukman Hakim yang saat itu ada agenda di Jakarta.
"Mengunjungi berbagai tempat di Jakarta memberi perspektif baru. Kota ini penuh tantangan, tetapi juga penuh kesempatan bagi mereka yang ingin berjuang," kata Miftah saat berbincang dengan perantau asal Madura yang membuka warung kelontong 24 jam di ibu kota.
Dalam kesempatan itu, Dandim 0829 Bangkalan kembali memberikan pandangannya tentang perjalanan ini.
"Seorang jurnalis tidak hanya bekerja di meja redaksi. Ia harus turun ke lapangan, merasakan denyut nadi masyarakat, memahami kehidupan di luar zona nyaman. Miftah telah melakukan semua itu. Itulah mengapa ia layak mendapatkan penghargaan ini," ujar Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi.
Ketika malam menjemput kota, Miftah bersiap pulang. Kereta kembali menjadi saksi perjalanan, mengantarkannya dari Pasar Senen menuju Stasiun Gubeng, Surabaya. Bersama Dandim 0829 Bangkalan, ia kembali ke Kota Bangkakan dengan hati yang penuh kebanggaan.
"Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Bisa membawa nama Bangkalan ke tingkat nasional dalam dunia jurnalistik adalah suatu kehormatan. Semoga ini menjadi motivasi bagi jurnalis muda di Bangkalan untuk terus berkarya," tutup Miftah.
"Prestasi ini tidak boleh berhenti di sini. Setiap kemenangan adalah awal dari perjuangan baru. Saya berharap Miftah dan jurnalis Bangkalan lainnya terus menggali potensi, menciptakan karya yang lebih berdampak bagi masyarakat dan bangsa," tambah Dandim 0829 Bangkalan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....