Suntikan KUR BRI, Kafe Joker Menjadi Ruang Kreatif Mahasiswa UTM

  • 05 Jun 2026 23:28 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Bangkalan - Di Jalan Raya Telang, Kecamatan, Kamal, Kabupaten Bangkalan, tepat di depan Kampus Universitas Trunojoyo Madura (UTM), berdiri sebuah kafe yang namanya cukup unik: Kafe Joker. Sejak sore menjelang malam, suasana di sana selalu ramai.

Jum’at malam, 5 Juni 2026, Mahasiswa dan Mahasiswi datang silih berganti, ada yang sekadar nongkrong, ada pula yang serius mengerjakan tugas. Musik akustik kadang mengalun, menambah hangat suasana.

Di balik kafe ini, ada sosok Zairil Munir (39) Tahun, sang pemilik yang penuh semangat. Baginya, Kafe Joker bukan sekadar tempat jualan kopi, melainkan ruang kreatif yang bisa menampung ide, pertemuan, bahkan pertunjukan seni mahasiswa.

BACA JUGA: Dari SPG ke Owner Laundry Berkat KUR BRI

Awal Mula dan Suntikan KUR

Munir memulai usahanya pada tahun 2023. Dengan penambahan suntikan modal dari progam Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebesar Rp50 juta, ia berani mengembangkan kafe yang berbeda dari kebanyakan.

“Bunganya kecil sekali, sangat membantu UMKM. Kami bersyukur karena dibantu pemerintah melalui KUR,” ujarnya.

Grand Openning Kafe Joker, Zairil Munir bersama istri tercinta melepas balon ke udara

Dana itu digunakan untuk membeli alat-alat kopi, memperluas bangunan, dan menambah fasilitas. Munir ingin kafenya bukan sekadar tempat minum, tapi juga ruang inovasi.

Kopi Tanpa Sasetan

Kafe Joker punya keunikan tersendiri. Semua minuman diolah langsung, tanpa menggunakan bahan instan.

BACA JUGA: Kafe Klasik: Dari Hobi Nongkrong ke Ruang Edukatif Mahasiswa

“Kopi dan minuman lain semuanya olahan, tidak ada yang pakai sasetan. Itu membuat biaya lebih besar, tapi kualitas lebih terjaga,” jelas Munir.

Harga tetap ramah mahasiswa: kopi mulai Rp5.000, minuman spesial seperti milkshake hanya Rp13.000.

“Intinya tetap harga mahasiswa, sesuai kondisi mereka,” tambahnya.

Ruang Kreatif Mahasiswa

Kafe Joker bukan hanya tempat nongkrong. Di sana ada live music setiap minggu, aula untuk rapat mahasiswa, bahkan ruang untuk fashion show dan kegiatan anak-anak. Dengan tiga pilihan tempat: outdoor, indoor, dan semi terbuka, pengunjung bebas memilih suasana yang mereka suka.

Penampilan live music di kafe Joker

Jam operasional pun menyesuaikan ritme mahasiswa: buka dari pukul 16.00 hingga 02.00 dini hari.

“Kalau siang mereka kuliah, jadi malam baru ramai,” kata Munir.

BACA JUGA: Irza: Dari Kampus ke Kandang, Merintis Ternak Kambing dengan KUR BRI

Dukungan Keluarga dan Lingkungan

Munir tidak berjalan sendiri. Istri, teman, dan lingkungan mendukung penuh. Dari awal hanya punya 4–5 karyawan, kini jumlahnya bertambah menjadi 8 orang.

“Alhamdulillah, dengan pelebaran usaha, karyawan juga bertambah,” ujarnya.

Kunci Sukses di Balik Layar

Kesuksesan Kafe Joker tak lepas dari peran Erni Listiawati (33) Tahun, istri Munir, yang menjadi tulang punggung di balik dapur dan pembukuan.

“Saya tidak pernah lelah mencari resep kekinian agar mahasiswa tidak bosan. Sekaligus mengatur keuangan supaya usaha tetap sehat,” ujarnya dengan senyum hangat.

Erni bukan hanya pendamping, tapi juga penggerak ide. Ia memastikan setiap minuman punya cita rasa khas yang membuat pelanggan ingin kembali.

Dua karyawan kafe Joker sedang maracik kopi yang sedang dipesannya

Salah satu karyawan yang juga menjadi penanggung jawab operasional adalah Moh. Musleh, mahasiswa UTM semester akhir.

“Saya betah di sini. Selain bisa bantu biaya kuliah, saya juga merasa ikut membangun tempat yang punya suasana kekeluargaan,” tuturnya.

Bagi Musleh, bekerja di Kafe Joker bukan sekadar mencari penghasilan, tapi juga belajar tentang tanggung jawab dan manajemen usaha.

“Alhamdulilah, juga bisa meringkan biaya kuliah yang biasanya bergantung ke orang tua, sejak bekerja disini tidak lagi bergantung ke orang tua,” ucapnya.

Inspirasi untuk UMKM

Bagi Munir, usaha harus dijalankan, bukan sekadar niat.

“Kalau hanya niat tapi tidak dieksekusi, tidak ada hasilnya. Harus dikonkretkan, ditata, dan dijalankan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pelaku UMKM lain untuk memanfaatkan KUR.

“Angsurannya murah, pembiayaannya gampang, bahkan tanpa jaminan untuk pinjaman kecil. Tinggal mau atau tidak untuk usaha,” katanya penuh semangat.

Infografis Kafe Joker

Suara dari BRI

Kepala Unit BRI Sultan Kadirun Anugrah Misma Bukhori P mengungkapkan, setiap KUR yang tersalurkan bukan sekadar angka dalam laporan keuangan, melainkan harapan yang tumbuh menjadi usaha yang lebih maju, keluarga yang lebih sejahtera, dan ekonomi daerah yang semakin kuat.

"Menyalurkan KUR bukan sekadar memberikan modal, tetapi menanam kepercayaan kepada para pelaku usaha untuk tumbuh, berkembang, dan menjadi penggerak ekonomi masa depan," ucapnya.

Kafe Joker kini menjadi bagian dari denyut kehidupan mahasiswa UTM. Dengan harga terjangkau, fasilitas lengkap, dan suasana kreatif, Munir berharap kafenya terus berkembang.

“Mari kita usaha bersama-sama, memajukan UMKM, agar Indonesia maju dengan ekonomi kerakyatan,” tutup Munir dengan nada semangat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....