Bupati Sampang Terima Gelar Kebangsawanan Raja Nusantara

  • 23 Des 2025 15:49 WIB
  •  Sampang

KBRN, Sampang: Pemerintah Kabupaten Sampang mencatat momentum penting dalam sejarah kebudayaan Nusantara. Bupati Sampang H. Slamet Junaidi secara resmi menerima penobatan gelar kebangsawanan dari Raja Nusantara dalam prosesi adat yang digelar di Pringgitan Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Senin (22/12/2025)

BACA JUGA: Bupati Sampang lantik 3.230 PPPK Paruh Waktu

BACA JUGA: Hadapi Babak 32 Besar, Persepam Pamekasan Intensifkan Latihan

Prosesi tersebut dihadiri Raja dan Sultan Nusantara, pemangku adat, Ketua Majelis Adat Tradisi Nusantara (MATRA), serta jajaran pemerintah daerah. Kehadiran para tokoh adat nasional menjadikan Sampang sebagai ruang pertemuan lintas sejarah dan kebangsaan.

BACA JUGA: Perayaan Natal, 12 Gereja di Bangkalan Mendapat Pengamanan

Dalam sambutannya, Bupati Sampang yang akrab disapa Aba Idi menyampaikan penghormatan atas kehadiran para Raja Nusantara di Madura. Ia menyebut momentum tersebut sebagai pertemuan nilai adat, sejarah, dan masa depan bangsa. “Hari ini, Sampang menerima kehadiran martabat sejarah Nusantara,” ujarnya.

Aba Idi menegaskan bahwa gelar kebangsawanan yang diterimanya bukanlah simbol kemuliaan pribadi. Menurutnya, gelar tersebut merupakan amanah moral dan sejarah untuk mengabdi kepada masyarakat. “Gelar ini adalah tanggung jawab untuk memimpin dengan keteladanan dan menjaga kearifan lokal,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa forum adat tersebut menjadi bagian dari rangkaian dukungan pengusulan Pangeran Trunojoyo, putra Madura kelahiran Sampang, sebagai Pahlawan Nasional. Dukungan Raja Nusantara dinilai memiliki arti penting dalam proses tersebut.

“Dukungan para Raja Nusantara adalah penguatan moral dan legitimasi kebangsaan yang sangat berharga,” ujar Aba Idi. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus melanjutkan upaya pengusulan sesuai mekanisme yang berlaku.

Menurut Aba Idi, perjuangan Pangeran Trunojoyo tidak terlepas dari konteks perlawanan Nusantara terhadap hegemoni VOC. Ia menyebut perlawanan tersebut sebagai bagian dari sejarah perjuangan melawan penjajahan asing. “Perlawanan terhadap VOC adalah perlawanan terhadap penjajahan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penandatanganan dukungan Raja Nusantara memiliki makna historis. “Ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi ikrar moral untuk keadilan sejarah,” katanya.

Di akhir sambutan, Aba Idi mengajak seluruh Raja Nusantara menjadikan Sampang sebagai tonggak persatuan sejarah. Ia berharap peristiwa tersebut menjadi catatan penting bagi generasi mendatang tentang persatuan demi bangsa dan negara.

Acara penobatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Sampang H. Ahmad Mahfudz, para Raja dan Sultan Nusantara, unsur organisasi perangkat daerah, serta para ulama. Prosesi adat berlangsung khidmat dan tertib hingga selesai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....