Guru dan Dinasti Madura Kolaborasi Telusuri Sejarah Ekonomi

  • 14 Des 2025 06:54 WIB
  •  Sampang

KBRN, Bangkalan: Dalam momentum pelantikan pengurus Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Bangkalan Masa Bhakti 2025–2030, diumumkan kolaborasi antara IGI dan Dinasti Madura untuk merekonstruksi sejarah ekonomi lokal, Sabtu (13/12/2025).

Ketua IGI Kabupaten Bangkalan, Subur menegaskan pentingnya peran guru dalam membumikan sejarah lokal kepada generasi muda. “Guru adalah garda terdepan penyampai sejarah. Dengan bahan ajar yang akurat, pembelajaran sejarah lokal akan lebih kuat, ilmiah, dan mampu menumbuhkan kebanggaan identitas pada siswa,"tuturnya.

Kolaborasi ini tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menyasar kerja-kerja konkret seperti penggalian sumber primer dari manuskrip keraton, arsip perdagangan, hingga dokumen numismatika lokal. Tujuannya adalah membangun basis data sejarah ekonomi Madura yang sahih dan dapat digunakan sebagai referensi dalam kurikulum pendidikan.

Pemerintah daerah menyambut baik langkah ini. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menyebutnya sebagai “terapi narasi” yang mampu memperkuat karakter peserta didik sekaligus meningkatkan kapasitas profesional guru. Dengan narasi sejarah yang tervalidasi, guru tidak lagi kesulitan menjelaskan kontribusi Madura dalam sejarah ekonomi nasional.

Pimpinan Museum Uang Perusnia, RP. Salman Alrosyid Dungmoso, yang juga ahli numismatika, menambahkan bahwa koin-koin kuno Madura adalah bukti nyata eksistensi sistem moneter lokal yang aktif berinteraksi dengan ekonomi regional dan kolonial. “Setiap koin adalah saksi bisu kedaulatan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Dinasti Madura, RM. Agus Suryo Adikusumo, menekankan pentingnya menempatkan Madura sebagai subjek utama dalam historiografi ekonomi Nusantara. Ia menyoroti perlunya narasi yang bebas distorsi dan berbasis data resmi agar sejarah Madura tidak lagi terpinggirkan.

Kolaborasi IGI dan Dinasti Madura menunjukkan bahwa pendidikan dan budaya dapat bersatu untuk membangun kesadaran sejarah yang lebih utuh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....