Siap Siaga Jatim Perkuat Kolaborasi Pentahelix Madura Raya

  • 09 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Sampang

RRI.CO.ID, Pamekasan – Upaya penguatan ketangguhan bencana di Madura Raya mendapat dukungan penuh dari Tim Siap Siaga Jawa Timur, bagian dari kemitraan Indonesia–Australia untuk kesiapsiagaan bencana.

Perwakilan Tim Siap Siaga Jatim, Mambaus Suud, menegaskan bahwa penanganan kebencanaan tidak bisa hanya dibebankan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kebencanaan adalah urusan bersama, tidak bisa membebankan hal ini hanya kepada BPBD sebagai leading sector. Di sinilah peran krusial FPRB, yaitu hadir untuk mendukung kolaborasi nyata berbasis konsep pentahelix,” ujarnya, Senin 8 Juni 2026.

Jawa Timur dikenal memiliki potensi bencana yang tinggi dan tersebar merata di berbagai wilayah, termasuk Madura Raya. Menilik kondisi geografis tersebut, Mambaus menekankan pentingnya pendekatan partisipatif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Pendekatan itu harus dilakukan bersama antara Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), BPBD, dan pemerintah lokal, dengan membangun kesiapsiagaan dari tingkat akar rumput hingga kebijakan daerah agar tangguh menghadapi potensi bencana.

Selain faktor alam, tantangan terbesar dalam kesiapsiagaan bencana sering muncul dari faktor internal organisasi, seperti efektivitas komunikasi antaranggota dan penyatuan visi bersama dalam pengurangan risiko.

Konsolidasi FPRB se-Madura Raya ini menjadi momentum penting untuk menggalang kontribusi aktif dari unsur pentahelix mulai dari pemerintah, media, dunia usaha, masyarakat, hingga pihak swasta.

Mambaus menegaskan komitmen penuh Tim Siap Siaga Jatim dalam mendukung langkah tersebut.

“Mendukung konsolidasi FPRB se-Madura Raya ini adalah salah satu prioritas utama dari Siap Siaga Jatim. Kami berkomitmen penuh mendorong aksi nyata demi mewujudkan Madura yang tangguh dan siap siaga terhadap bencana,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....