Memahami Sifat Relatif Desil dalam Sistem DTSEN
- 12 Sep 2026 19:45 WIB
- Sampang
Poin Utama
- Sebanyak 70% masyarakat Kabupaten Sampang berada pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan DTKS versi 3 tahun 2024 per 13 Juli 2024.
- Pergerakan angka desil bersifat dinamis dan terus menyesuaikan dengan pemutakhiran data serta kondisi ekonomi warga di sekitarnya.
- Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi menekankan bahwa nilai desil tidak mutlak dan bersifat relatif terhadap perubahan kondisi sosio-ekonomi penduduk.
RRI.CO.IR, Sampang - Penetapan tingkat kesejahteraan masyarakat dalam mekanisme sosio-ekonomi penduduk ke dalam 10 kelompok (Desil 1 hingga Desil 10) terus bergerak dinamis. Pergerakan angka desil akan menyesuaikan pada dinamika pemutakhiran data serta kondisi ekonomi warga di sekitarnya.
Sebanyak 70% data masyarakat di Kabupaten Sampang berada pada kelompok Desil 1 hingga Desil 5 berdasarkan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) versi 3 tahun 2024 per 13 Juli. Kepala BPS Sampang Boby Eko Heru Mulyadi menyampaikan nilai ini tidak mutlak, terus dinamis dan bersifat relatif.
“Pergerakan kelompok ini tidak serta-merta mengindikasikan lonjakan angka kemiskinan secara mutlak. Posisi desil bersifat relatif; nilai desil seseorang dapat bergeser naik atau turun secara otomatis apabila kondisi ekonomi warga sekitarnya berubah, meskipun pendapatan pribadi yang bersangkutan tidak mengalami perubahan,” tegas Boby pada RRI, Jumat 11 September 2026.
Lebih lanjut Boby menjelaskan bahwa sifat tidak mutlak pada desil juga dipengaruhi oleh kejujuran responden. Bila masyarakat melakukan underreporting seperti menyembunyikan aset, pendapatan informal, atau menyembunyikan kepemilikan emas yang tidak terdaftar NIK, maka sistem mencatat status ekonomi sebuah rumah tangga jauh lebih miskin daripada kondisi aslinya di lapangan.
Karena sifatnya yang komparatif, ketidakjujuran data ini membawa kelompok yang lebih sejahtera mengambil porsi kelompok bawah. Hal ini secara otomatis mendorong masyarakat yang jujur atau miskin secara riil tergeser ke peringkat desil yang lebih tinggi (exclusion error), meskipun kondisi ekonomi mereka tidak mengalami perubahan.
Pemerintah kini menerapkan integrasi data machine-to-machine yang menghubungkan basis data kependudukan (NIK) dengan belasan kementerian/lembaga. Sistem digital dapat langsung mencocokkan apa yang dilaporkan oleh seseorang dengan data riil di lapangan. Data ini terus bergerak seiring dengan pemutakhiran data yang terus berjalan.
“Posisi desil pada DTSEN akan terus bergerak seiring dengan pemutakhiran yang dinamis, Kesadaran masyarakat untuk menyampaikan kondisi ekonomi apa adanya sangat menentukan agar pemeringkatan berkala setiap 3 bulan sekali dapat memotret tingkat kesejahteraan masyarakat yang sesungguhnya,” tegas Boby mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....