Khofifah Paparkan Kesiapan Sarpras Sekolah Rakyat Sampang jelang MPLS

  • 22 Jul 2026 09:35 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan langsung ke Sekolah Rakyat Terpadu Sampang pada 21 Juli 2026 untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana.
  • Seluruh fasilitas fisik termasuk lapangan olahraga, jogging track, asrama siswa, ruang belajar, dan masjid akan diselesaikan sebelum tanggal 31 Juli 2026 untuk MPLS.
  • Sekolah Rakyat Terpadu Sampang dijadwalkan mulai beroperasi pada akhir Juli 2026 dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Sosial.

RRI.CO.ID, Sampang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pastikan sarana prasarana Sekolah Rakyat Terpadu Sampang akan rampung sebelum Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli. Hal ini disampaikan Khofifah pada peninjauan terhadap sarana dan prasarana fisik Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) Sampang pada Selasa (21/7/2026). Dalam kesempatan ini Khofifah memastikan SR Terpadu Sampang siap beroperasi pada pada akhir Juli.

Dalam peninjauan tersebut, Khofifah meninjai sejumlah fasilitas mulai dari lapangan olahraga, fasilitas jogging track, asrama siswa, hingga area ruang belajar dan masjid. Peninjauan didampingi oleh Kepala Dinas Sosial PPPA Provinsi Jawa Timur, Tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos, Wakil Bupati Sampang, serta Kepala Dinas Sosial PPPA Kabupaten Sampang.

Khofifah optimistis pembangunan akan rampung sepenuhnya dalam beberapa hari ke depan.

“Sarana fisik Sekolah Rakyat Terpadu Sampang akan siap dalam empat hari kedepan, pembangunan fisik terus dikebut dengan sistem kerja tiga sehingga Seluruh kegiatan pembelajaran dan MPLS di SRT Sampang akan dimulai sesuai jadwal 31 Juli 2026, serentak di semua jenjang SD, SMP dan SMA,” tutur Khofifah.

Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) sendiri merupakan penggabungan jenjang pendidikan formal mulai dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan terpadu. Model pendidikan ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat (Desil 1 dan Desil 2) sebagai langkah konkret memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

“Sampang adalah Sekolah Rakyat Terpadu berarti dari SD, SMP, dan SMA. Selain kesiapan fisik, kesiapan SDM juga telah ditetapkan Kepala Sekolah telah ditetapkan dan saat ini sedang dalam proses rekrutmen tenaga pengajar. Tenaga pendidik jenjang SMA disiapkan melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, sedangkan untuk jenjang SD dan SMP didukung oleh Dinas Pendidikan Kabupaten.

Sementara itu, untuk posisi wali asrama dan pengasuh, pemerintah melibatkan para relawan dari unsur SDM PKH, Tagana, serta TKSK. Selain pendidikan formal, SRT juga akan dibekali dengan kegiatan pembentukan karakter dan keagamaan, termasuk program penghafal Al-Qur'an (tahfidz) yang didukung oleh guru ngaji binaan Dinas Sosial PPPA.

Gubernur berharap keberadaan Sekolah Rakyat Terpadu ini dapat menjadi sarana pencetak SDM unggul di Jawa Timur sekaligus menyambut visi Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....