Mayoritas Dapur MBG di Sampang Tidak Patuh Pengelolaan Sampah

  • 26 Agt 2026 17:47 WIB
  •  Sampang
Poin Utama
  • Sebanyak 70 persen dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang masih belum mengelola sampah sesuai dengan instruksi BGN yang berlaku.
  • Hanya 30 persen dapur MBG yang memiliki kepatuhan penuh dalam mengelola limbah padat dan limbah cair di fasilitas dapur mereka.
  • Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyatakan pengelolaan sampah di dapur MBG masih jauh dari harapan dan memerlukan peningkatan kepatuhan.

RRI.CO.ID, Sampang - Pengelolaan Sampah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang masih jauh dari harapan. Sampai saat ini, sebanyak 70 persen Dapur MBG masih belum mengelola sampah sesuai instruksi BGN.

Kepala Bidang Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyampaikan baru 30 persen dapur MBG yang memiliki kepatuhan dalam mengelola limbah padat dan cair.

“Data kami masih 30 persen SPPG tertib melaksanakan instruksi BGN dalam penanganan sampah, sisanya masih melakukan pembakaran bahkan membuang di luar ketentuan yaitu menumpuk di TPS umum,” tutur Arif pada program Sampang Menyapa, Rabu 26 Agustus 2026.

Leboh lanjut Aulia Arif menyampaikan sebagian besar SPPG masih keliru dalam mengelola sampah, mencampur limbah tanpa pemilahan. Proses ini akan menimbulkan masalah baru bagi lingkungan di kemudian hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sejumlah tempat penampungan sampah (TPS) publik yang disiapkan untuk warga justru kerap dipenuhi oleh sampah dari dapur MBG. Merespons kondisi tersebut, DLH Perkim Sampang menyampaikan pada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi ulang terhadap penentuan jumlah beban penerima manfaat di setiap dapur dengan kemampuan mengelola sampah.

Selain itu, DLH Perkim terus mengadakan pendampingan dan mendorong SPPG yang berhasil mengelola sampah untuk menduplikasi kepada SPPG lain.

Langkah ini diharapkan dapat mendorong para pengelola dapur MBG untuk lebih bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sekitar sehingga pelaksanaan program MBG tidak menimbulkan problem baru bagi lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....