Waka Kurikulum SRT 51 Bangkalan Cetak Harapan Baru Pendidikan Anak Istimewa
- 24 Jun 2026 09:43 WIB
- Sampang
RRI.CO.ID, Bangkalan - Sosok Prista Aziza Rahmi, guru asal Kabupaten Lumajang, kini menjadi bagian penting di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 51 Bangkalan. Ia bergabung sejak 30 September 2025, bertepatan dengan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), dan dipercaya sebagai wakil kepala kurikulum.
Sebelum mengajar di SRT, Prista pernah bertugas di SMP Negeri 2 Pasirian, Lumajang. Ia kemudian menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) di UNESA jurusan Bimbingan dan Konseling, sebelum mengikuti rekrutmen guru sekolah rakyat.
BACA JUGA: Merajut Asa Pelita Bangsa di Tengah Keterbatasan
Sejak awal, tantangan besar langsung dihadapi. Banyak siswa yang belum mengenal huruf, putus sekolah karena keterbatasan ekonomi, hingga perilaku yang harus dibentuk dari nol.
“Awalnya anak-anak harus diingatkan untuk makan, sekarang sudah disiplin mengikuti jadwal,” ujarnya kepada RRI.co.id. Rabu, 24 Juni 2026.
Jumlah siswa di SRT 51 kini mencapai 82 orang untuk jenjang SMP 42 dan 40 siswa untuk jenjang SD. Namun keterbatasan ruang membuat guru SD harus mengajar kelas rangkap, dari kelas 1 hingga kelas 6. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran.
Meski penuh tantangan, ada momen yang tak pernah dilupakan. Saat menjaga ujian, seorang siswa SMP yang belum bisa membaca menyatakan keinginannya belajar langsung dengannya.
“Itu membuat saya tersentuh. Meski belum bisa, mereka punya motivasi tinggi agar bisa setara dengan teman-temannya,” kata Prista.
Baginya, tagline SRT “Cerdas Bersama, Tumbuh Setara” bukan sekadar slogan, melainkan semangat nyata. Prista hadir sebagai pendidik yang menyalakan harapan baru bagi anak-anak istimewa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....