UMKM Kaltim Olah Kayu Menggeris Jadi Produk Global

  • 10 Mar 2026 08:09 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Timur menunjukkan tren yang semakin positif. Banyak pelaku usaha lokal kini mampu mengolah kekayaan alam daerah menjadi produk bernilai tinggi, bahkan berhasil menembus pasar internasional. Salah satu contoh menarik datang dari industri kreatif berbasis kayu lokal yang diolah menjadi produk gaya hidup modern.

Produk berbahan kayu khas Kalimantan yang sebelumnya identik dengan bahan konstruksi atau kerajinan tradisional kini tampil lebih eksklusif. Berbagai produk seperti jam tangan, kacamata, hingga aksesori gaya hidup mulai diminati pasar karena menggabungkan unsur estetika, keberlanjutan, dan identitas lokal.

Owner Manggeris, Iendy Zelvian Adhari, menjelaskan ide mengembangkan produk berbahan kayu lokal berawal dari ketertarikannya pada jam tangan berbahan kayu. Selain itu, pengalaman masa kecilnya dengan permainan tradisional juga menjadi inspirasi awal lahirnya usaha tersebut.

“Saya sejak kecil sangat suka permainan tradisional dari Kutai Kartanegara yang berbahan dasar kayu, salah satunya gasing,” ujarnya dalam program UMKM Bicara di Pro1 RRI Samarinda, dikutip Selasa 10 Maret 2026.

Ia mengatakan, kayu yang digunakan dalam produk tersebut adalah kayu menggeris, jenis kayu khas Kalimantan yang memiliki karakter unik. Kayu ini dikenal memiliki warna merah kecokelatan dengan serat menyerupai emas, sehingga memberikan tampilan eksklusif pada produk yang dihasilkan. “Kayu menggeris itu punya ciri khas warna merah kecokelatan dengan motif serat seperti emas, sehingga terlihat sangat elegan,” kata Iendy.

Menurutnya, kayu menggeris juga memiliki nilai historis karena dahulu digunakan sebagai bahan utama pembuatan gasing di wilayah Kutai Kartanegara. Kayu tersebut tergolong langka sehingga sulit ditemukan, namun justru menjadi nilai tambah bagi produk yang dibuat. “Dulu gasing terbaik di Kutai bukan dari kayu ulin, tetapi dari kayu menggeris yang kualitasnya sangat bagus,” ucapnya.

Iendy menambahkan, pemilihan bahan baku yang langka juga menjadi bagian dari strategi bisnis agar produknya memiliki keunikan dan sulit ditiru oleh kompetitor. Ia menyebut, dalam dunia bisnis berkelanjutan, keberadaan bahan baku yang khas dan terbatas bisa menjadi faktor penting untuk menjaga eksklusivitas produk. “Salah satu syarat bisnis bisa bertahan lama adalah memiliki bahan baku yang tidak mudah didapatkan sehingga tidak mudah ditiru,” ujarnya.

Saat ini, produk Manggeris tidak hanya berupa jam tangan kayu, tetapi juga berkembang menjadi berbagai aksesori gaya hidup lainnya. Mulai dari kacamata, strap Apple Watch berbahan kayu, softcase ponsel kustom, hingga pemegang kartu identitas berbahan kayu. Produk-produk tersebut dirancang untuk menghadirkan kesan natural sekaligus modern bagi penggunanya.

Melalui inovasi tersebut, Iendy berharap produk berbahan kayu lokal Kalimantan dapat semakin dikenal luas hingga ke pasar internasional. Ia juga ingin menunjukkan bahwa kekayaan alam daerah dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat identitas lokal di pasar global.

Rekomendasi Berita