Damayanti Sebut BKOW Mitra Penting Pembangunan Perempuan di Kaltim

  • 18 Feb 2026 20:02 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menegaskan pentingnya peran Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim dalam mendukung program pemberdayaan perempuan di daerah. Menurut Damayanti, keberadaan BKOW sangat membantu pemerintah, terutama dalam membina dan meningkatkan kapasitas perempuan di Benua Etam.

"Sebenarnya dengan keberadaan BKOW ini seharusnya pemerintah sangat terbantu, sangat terbantu sekali,” ujarnya, dalam Dialog Interaktif "Halo Kaltim" RRI Samarinda, Selasa, 17 Februari 2026.

Ia mengaku, pengenalannya terhadap dunia politik juga tidak terlepas dari peran BKOW. Sekitar 12 tahun lalu, Damayanti mengikuti berbagai pelatihan dan seminar yang diselenggarakan organisasi tersebut.

Damayanti menilai, para tokoh perempuan di BKOW yang merupakan pimpinan organisasi, memiliki kontribusi besar bagi pembangunan di Kaltim, khususnya dalam bidang sosial, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan.

"Misalnya, di situ ada Bu Meiliana yang merupakan mantan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, kemudian dr. Padilah Ketua Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kaltim yang memiliki kontribusi luar biasa,” ucapnya.

Karenanya ia menilai, sudah saatnya bagi Pemerintah Provinsi Kaltim untuk semakin menggandeng organisasi perempuan, termasuk BKOW, agar lebih dapat memberikan kontribusi yang terbaik. Damayanti juga sependapat dengan pandangan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun generasi masa depan. Menurutnya, perempuan merupakan madrasah pertama bagi anak-anak.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan visi pemerintah daerah dalam mewujudkan generasi emas. Menurutnya, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada kesiapan dan kualitas perempuan, terutama para ibu.

“Mencapai generasi emas itu bermula dari perempuan. Bagaimana mental seorang ibu, menjadi istri, menjadi perempuan yang mandiri, itu sangat menentukan,” katanya.

Selain persoalan pendidikan karakter, Damayanti juga menyoroti tantangan ekonomi yang semakin kompleks setiap tahunnya. Ia menilai, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah saja.

“Perekonomian ini menjadi permasalahan kita bersama. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” kata dia.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan. Dengan jumlah anggota yang mencapai 43 pimpinan organisasi, BKOW dinilai memiliki potensi besar dalam menjangkau masyarakat secara luas.

“Perlu sekali menggandeng organisasi-organisasi perempuan, apalagi BKOW yang anggotanya 43 ketua organisasi di Provinsi Kalimantan Timur,” ucapnya.

Damayanti berharap, sinergi yang kuat antara pemerintah dan BKOW dapat terus diperkuat, sehingga program pemberdayaan perempuan dan pembangunan sumber daya manusia di Kalimantan Timur berjalan lebih optimal.

Rekomendasi Berita