Generasi Muda Konghucu Samarinda Maknai Imlek sebagai Refleksi Diri

  • 16 Feb 2026 09:57 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Perayaan ibadah Imlek ke-2577 Kongzili yang digelar Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kebajikan Samarinda di Kelenteng Zhong He Miao, Komplek Religi Center, Kota Samarinda pada Minggu, 15 Februari 2026 pagi, tidak hanya menjadi momentum ibadah, tetapi juga ruang refleksi bagi umat, khususnya generasi muda.

Bagi umat muda Konghucu, perayaan tahun baru Imlek dimaknai sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat ajaran agama sekaligus tradisi budaya yang diwariskan secara turun-temurun. Ibadah menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa syukur, memperkuat iman, serta menata kembali semangat dalam menjalani kehidupan.

Seperti yang diungkapkan salah seorang Umat Konghucu MAKIN Samarinda, Helen. Siswi kelas 12 SMA ini mengaku antusias mengikuti rangkaian ibadah Imlek tahun ini. Ia menilai perayaan tersebut memberi pengalaman berharga, terutama bagi anak muda untuk memahami nilai-nilai keagamaan secara lebih mendalam.

"Seru ya. Kita bisa mengenal budaya dan juga cara keagamaan dari agama Konghucu itu perayaannya untuk mempersiapkan Imlek seperti apa,” ujar Helen.

Selain sebagai bentuk pelestarian tradisi, ibadah akhir tahun juga dimaknai Helen sebagai momen untuk bersyukur atas perjalanan hidup yang telah dilaluinya selama setahun terakhir. Ia mengaku menghadapi banyak tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Selama setahun terakhir, Helen aktif sebagai pengurus OSIS di sekolahnya. Aktivitas tersebut membuatnya harus membagi waktu antara belajar, organisasi, dan kehidupan di rumah.

"Banyak sekali tantangan. Pekerjaan di sekolah, di rumah, dan lain-lain. Dengan adanya persembahyangan akhir tahun ini, saya bisa mengucapkan syukur atas semuanya, baik yang susah maupun yang senang,” ucapya.

Prosesi ibadah Imlek 2577 Kongzili di Kelenteng Zhong He Miao, Komplek Religi Center, Kota Samarinda pada Minggu, 15 Februari 2026. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Bagi Helen, ibadah Imlek juga menjadi penanda dimulainya lembaran baru. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menata kembali harapan dan rencana ke depan, terutama menjelang masa kelulusan.

Sebagai siswa kelas 12, Helen tengah mempersiapkan diri menghadapi kelanjutan pendidikan ke perguruan tinggi. Ia berharap tahun baru ini membawa peluang dan keberkahan bagi dirinya.

"Semoga bisa diterima di universitas yang saya inginkan, lebih sukses, lebih sehat, dan panjang umur,” kata dia.

Tidak hanya untuk dirinya sendiri, Helen juga berharap Umat Konghucu, khususnya generasi muda, semakin berkembang dan dikenal luas di masyarakat.

“Semoga umat Konghucu semakin banyak dan semakin bisa mengenal agama Konghucu itu seperti apa,” ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita