Pemerintah Kota Balikpapan Berkomitmen Turunkan Angka Stunting

  • 12 Feb 2025 13:29 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Balikpapan: Stunting di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kronis. Stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah standar sesuai umurnya.

Hal ini masih menjadi fokus utama di Kota Balikpapan. Berdasarkan data yang disampaikan pada rapat rembuk stunting tingkat Kota Balikpapan, prevalensi stunting pada tahun 2024 mencapai 19,3 persen, sedangkan untuk tingkat nasional adalah 14 persen.

“Pemerintah Kota Balikpapan masih berkomitmen dalam menangani masalah stunting di Kota Balikpapan. Program stunting ini adalah program nasional yang wajib didukung dan bagian dari upaya menciptakan generasi yang kuat untuk Indonesia,” kata Walikota Balikpapan saat diwawancarai reporter RRI.co.id.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Alwiati, mengatakan bahwa pada tahun 2023, masalah stunting masih menjadi masalah utama di bidang kesehatan karena adanya kenaikan prevalensi stunting dari tahun 2020 hingga 2023. Pada tahun 2023, prevalensi stunting tercatat sebesar 21,6 persen, yang berarti perlu ada pengawasan lebih intensif di lapangan.

“Pada tahun 2023, prevalensi stunting masih menjadi masalah kesehatan kita karena adanya kenaikan dari tahun 2020 sampai 2023. Artinya, kita harus lebih giat turun ke lapangan untuk mendatangi keluarga-keluarga yang berisiko stunting,” ungkap Alwiati.

Alwiati menambahkan, harapannya masyarakat di Kota Balikpapan dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan dengan rajin datang ke posyandu agar tumbuh kembang balita yang berisiko stunting dapat dipantau. Terutama bagi ibu hamil, mereka harus rajin memeriksakan kesehatan minimal 6 kali dalam siklus kehamilannya dan menjalani pemeriksaan USG di puskesmas untuk mengetahui kondisi kesehatan janin.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan bimbingan kompetensi kepada kader-kader posyandu untuk meningkatkan kesehatan, terutama bagi balita, ibu hamil, dan lansia.

Rekomendasi Berita