Transmigrasi Kaltim Solusi Pemerataan Pembangunan Lokal
- 05 Jan 2026 15:06 WIB
- Samarinda
KBRN, Samarinda: Program transmigrasi di Kalimantan Timur terus menjadi perhatian pemerintah, terutama terkait pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Damayanti, kepada RRI dalam dialog Halo Kaltim di Pro1 Samarinda.
“Kami welcome terhadap masyarakat transmigrasi dengan catatan, pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi harus melihat dulu bagaimana kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Timur,” ucap Damayanti, seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda, Senin (5/1/2026).
Menurutnya, luas wilayah Kaltim membuat pengelolaan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri dibandingkan Jawa Barat. Ia menekankan, akses dari satu kabupaten ke kabupaten lain membutuhkan perhatian serius agar transmigrasi berjalan efektif. “Kalau daerahnya terlalu luas dan infrastrukturnya belum memadai, tentunya program ini tidak maksimal,” ujar Damayanti.
Beberapa contoh sukses menunjukkan, transmigrasi bisa mendorong pembangunan ekonomi lokal. Di Kutai Timur, desa-desa transmigrasi awalnya hanyalah unit pemukiman, namun kini telah berkembang menjadi kecamatan dan bahkan berkontribusi pada pembentukan kabupaten. “Kutai Timur ini berkembang berkat transmigrasi, termasuk PPU juga mengalami hal yang sama,” kata Damayanti.
Pola transmigrasi terbaru menekankan aspek lokal, di mana peserta berasal 100 persen dari daerah setempat. Hal ini memberikan keuntungan bagi masyarakat dalam jangka panjang, termasuk penerbitan sertifikat tanah resmi. “Dengan transmigrasi lokal, masyarakat yang memiliki KTP setempat dapat dipindahkan ke HPL untuk mendapatkan fasilitas umum dan legalitas tanah,” ucapnya.
Dalam perspektif pengelolaan anggaran, Damayanti menyatakan program transmigrasi saat ini sepenuhnya didanai kementerian, mulai dari pembangunan rumah hingga fasilitas umum seperti listrik dan air bersih. Selain itu, program transmigrasi diarahkan untuk menurunkan tingkat pengangguran di Kaltim. Damayanti menegaskan, setiap kebijakan pemindahan penduduk harus mempertimbangkan kesejahteraan lokal.
“Jangan sampai penambahan penduduk malah memperpanjang tingkat pengangguran,” ucapnya dengan tegas.
Salah satu kunci keberhasilan transmigrasi, kata Damayanti, adalah pemilihan lokasi lahan yang tepat. Hal ini penting agar transmigrasi benar-benar mendukung keseimbangan sosial-ekonomi. “Lahan yang disiapkan harus berkelanjutan, tidak mengurangi daya serap air dan mendukung pembangunan yang terus berjalan,” ujar Damayanti.
Secara keseluruhan, Damayanti melihat pola baru transmigrasi membawa angin segar bagi Kaltim. Dengan dukungan pemerintah pusat, transmigrasi kini menjadi strategi berkelanjutan untuk memperkuat struktur sosial dan ekonomi daerah.