Kaltim Perkuat Target Swasembada Jagung 2026 Melalui Kolaborasi

  • 10 Mar 2026 21:00 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Upaya mewujudkan swasembada pangan nasional terus diperkuat melalui sinergi berbagai pihak di daerah. Di Kalimantan Timur, kolaborasi lintas sektor ditunjukkan melalui kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 yang melibatkan unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga kelompok tani.

Kegiatan penanaman jagung tersebut dilaksanakan di Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Sabtu 7 Maret 2026. Program ini menjadi bagian dari langkah strategis dalam mendukung target swasembada jagung nasional yang dicanangkan pemerintah.

Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, bersama tim turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran lembaga teknis pertanian ini sekaligus memberikan dukungan pendampingan bagi petani agar proses budidaya dapat berjalan secara optimal.

Penanaman jagung ini juga menjadi wujud nyata kolaborasi antara berbagai pihak. Selain Polri dan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Timur, kegiatan ini melibatkan DPRD Kota Samarinda, TNI, pemerintah daerah, Perum Bulog, kelompok tani, serta masyarakat sekitar.

Menurut Ahmad Subhan, sinergi lintas sektor merupakan kunci penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya komoditas jagung. Dengan dukungan teknis serta kerja sama yang kuat, petani diharapkan mampu meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi yang solid antara berbagai pihak, kita ingin memastikan petani mendapatkan pendampingan teknis yang memadai sehingga produktivitas jagung di daerah dapat terus meningkat,” ujar Ahmad Subhan di sela kegiatan penanaman.

Program ini juga sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Target swasembada jagung tahun 2026 menjadi salah satu fokus utama pembangunan sektor pertanian di Indonesia.

Ahmad Subhan menambahkan, pemerintah menargetkan produksi jagung pipil kering nasional mencapai sekitar 18 juta ton pada tahun 2026. Target tersebut menjadi bagian dari agenda pembangunan yang tertuang dalam program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Harapannya, melalui kegiatan penanaman jagung serentak dan kolaborasi lintas sektor ini, ketahanan pangan nasional semakin kuat sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya para petani di daerah,” ucapnya.

Rekomendasi Berita