BRMP Kaltim Siap Akselerasi Program Strategis 2026

  • 03 Mar 2026 00:40 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur menyatakan kesiapan penuh dalam mengakselerasi program strategis Kementerian Pertanian tahun 2026. Komitmen tersebut ditegaskan usai keikutsertaan jajaran BRMP Kaltim dalam Rapat Kerja BRMP 2026 yang digelar di Bogor pada 25–26 Februari 2026.

Rapat kerja yang mengusung tema penguatan sinergi dan integritas itu menjadi momentum penting pasca perubahan kelembagaan. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman serta Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Fadjry Djufry, bersama seluruh perwakilan BRMP dari berbagai provinsi.

Kepala BRMP Kaltim Ahmad Subhan hadir bersama jajaran untuk memastikan arah kebijakan pusat dapat segera ditindaklanjuti di daerah. Raker ini sekaligus menjadi ruang konsolidasi nasional guna menyamakan persepsi, memperjelas mandat, serta memperkuat koordinasi lintas wilayah dalam mendukung pembangunan pertanian.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah penguatan ketahanan pangan nasional. Dalam forum tersebut disampaikan bahwa stok beras nasional terus menguat menuju swasembada berkelanjutan, dengan target menjaga surplus agar membuka peluang ekspor. Capaian ini menjadi indikator positif atas berbagai program peningkatan produksi yang dijalankan pemerintah.

Selain ketahanan pangan, raker juga menegaskan prinsip “satu komando” dalam pelaksanaan program pertanian. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2026, BRMP kini memegang mandat penuh dalam mengoordinasikan seluruh program Kementerian Pertanian di daerah, sehingga tidak ada lagi tumpang tindih kewenangan.

Ahmad Subhan menegaskan bahwa mandat tersebut menjadi tanggung jawab besar bagi BRMP di tingkat provinsi. “Kami siap menjalankan fungsi koordinasi secara maksimal. Dengan sistem satu komando, seluruh program strategis Kementerian Pertanian di Kalimantan Timur akan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran,” ujarnya.

Optimalisasi sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Sebanyak 38 ribu penyuluh pertanian di seluruh Indonesia akan ditata kembali pembagian tugasnya agar lebih efektif. Penguatan fungsi Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sebagai pusat koordinasi wilayah menjadi langkah strategis untuk mempercepat implementasi program di tingkat lapangan.

Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya integritas dan kolaborasi seluruh jajaran. “Kita harus bekerja dalam satu barisan, memperkuat sinergi dan menjaga integritas. Ketahanan dan kedaulatan pangan adalah tanggung jawab bersama yang harus kita wujudkan,” kata Ahmad Subhan.

Melalui Rapat Kerja BRMP 2026 ini, BRMP Kaltim berkomitmen memastikan seluruh program strategis berjalan efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Langkah akseleratif yang dilakukan diharapkan mampu mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional, sekaligus memperkuat kontribusi Kalimantan Timur dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.

Rekomendasi Berita