BRMP Kaltim Gelar Sosialisasi Perbenihan Padi Tahun 2026

  • 03 Feb 2026 11:47 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur melaksanakan kegiatan Sosialisasi Perbenihan Padi Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional. Kegiatan tersebut digelar pada Senin, 1 Februari 2026, bertempat di Ruang Kepala Balai BRMP Kalimantan Timur.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam memperkuat ketersediaan benih padi bermutu dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, BRMP Kaltim mendorong kesiapan daerah dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian, khususnya komoditas strategis padi.

Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan sektor pertanian, di antaranya perwakilan UPTD Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH), UPTD Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (PSBTPH), penyuluh pertanian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Pengawas Benih Tanaman (PBT), Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), serta calon kelompok penangkar benih dari sejumlah kabupaten di Kalimantan Timur.

Dalam sosialisasi tersebut, BRMP Kalimantan Timur memaparkan rencana lokasi kegiatan perbenihan padi TA 2026 yang akan dilaksanakan pada sembilan kelompok penangkar benih dengan total luasan mencapai sekitar 40 hektare. Program ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan benih padi unggul di tingkat daerah.

Kepala BRMP Kalimantan Timur, Akhmad Hamdan, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran penangkar benih sebagai ujung tombak penyediaan benih bermutu. “Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terkait perencanaan, teknis, dan target perbenihan padi tahun 2026,” ujarnya.

Selain pemaparan rencana kegiatan, peserta juga mendapatkan materi teknis terkait kebutuhan hara tanaman padi dan kesuburan tanah. Materi tersebut mencakup rekomendasi dosis pemupukan yang disesuaikan dengan status hara tanah, sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk dan hasil produksi.

Materi lain yang disampaikan berkaitan dengan pengelolaan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pengendalian OPT yang tepat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas dan produktivitas benih padi, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika lingkungan pertanian.

Menurut salah satu narasumber dari BRMP Kalimantan Timur, Asep Feriandi, sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. “Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan penangkar benih sangat menentukan dalam menghasilkan benih padi yang berkualitas dan berdaya saing,” katanya.

Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan pembahasan rencana kerja sama serta sesi diskusi bersama peserta. Melalui forum ini, BRMP Kalimantan Timur berharap dapat membangun sinergi yang kuat antarinstansi dan pelaku usaha perbenihan dalam rangka meningkatkan produktivitas dan mutu benih padi, sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.

Rekomendasi Berita