Generasi Muda Bergerak: Saatnya Berisik untuk Lingkungan

  • 19 Jan 2026 14:46 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Anak muda memiliki peran penting dalam menghadapi persoalan polusi yang terus meningkat. Keberadaan media sosial membuat generasi muda lebih mudah menyuarakan isu lingkungan. Kemudahan ini menjadi peluang besar untuk menyebarkan informasi penting secara luas.

Peran tersebut ditegaskan oleh Fatur Rahman S selaku Ketua WCDI East Borneo. Ia hadir dalam Program SPADA RRI Pro 2 Samarinda untuk membahas gerakan Anak Muda Anti Polusi. Fatur menilai anak muda memiliki kapasitas besar dalam menggerakkan perubahan.

Menurut Fatur, penggunaan media sosial dapat menjadi langkah awal yang efektif. Anak muda hanya perlu memulai dari kebiasaan berbagi informasi sederhana. Kesadaran publik dapat tumbuh melalui konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Fatur juga menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara. Pesan ini mengajak generasi muda untuk tidak ragu menyuarakan keresahan mereka. “jadi makanya kita harus sama-sama bergerak. Kenapa sih anak muda harus speak up atau berisik? Karena kita yang mengalami dampaknya secara berkelangsungan dan lama,” ucap Fatur.

Ia menambahkan bahwa isu lingkungan sering terabaikan. Padahal banyak satwa langka di Kalimantan Timur yang tidak dikenal publik. Informasi tersebut penting untuk diperkenalkan melalui cara yang relevan bagi generasi digital.

“Kita semua bakal nggak tahu gitu ada satwa langka atau endemik apa yang dilindungi di Kalimantan Timur. Tapi ada satu cara agar orang-orang tahu dan dekat dengan keseharian kita dengan cara berisik. Entah itu berisiknya dengan bicara duka atau salah penyebutan. Misalnya pesut itu bukan ikan, tapi mamalia.” ujar Fatur. Kutipan itu menggambarkan cara sederhana untuk meningkatkan edukasi lingkungan.

Fatur melihat anak muda sebagai kelompok yang adaptif dan kreatif. Kemampuan ini menjadi modal kuat untuk menghidupkan kampanye lingkungan di berbagai lini. Gerakan tersebut dapat dimulai dari langkah kecil namun terarah.

Gerakan Anak Muda Anti Polusi diharapkan menjadi pemicu kebiasaan baru. Anak muda dapat mengambil peran dengan memanfaatkan kreativitas dan jejaring digital. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi dampak polusi dan meningkatkan kepedulian publik.

Rekomendasi Berita