Samarinda Sadar Sampah Dorong Edukasi dan Bank Sampah

  • 19 Jan 2026 04:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Komunitas Samarinda Sadar Sampah (SSS), yang terbentuk pada Mei 2025, terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah melalui kampanye #SadarSampahSedariRumah dengan prinsip Kupilah-KuPilih-KuOlah. Komunitas ini fokus menjembatani isu sampah agar lebih dekat dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurut Aktivis Lingkungan Khairuniisa Luthfiah, Perwakilan SSS, kegiatan komunitas mencakup edukasi di sekolah-sekolah dasar hingga media sosial, termasuk Instagram dan TikTok. Tujuannya agar masyarakat memahami bahwa sampah bukan persoalan jauh, melainkan bagian dari keseharian mereka.

“Kita fokus bagaimana masyarakat melihat sampah itu bukan persoalan yang jauh, tapi benar-benar ada di kesehariannya. Kita sudah cukup banyak berkegiatan, mulai dari edukasi di SD hingga via media sosial,” ujarnya dalam obrolan SPADA Jum'at, 16 Januari 2026.

Selain edukasi, SSS juga fokus pada penguatan bank sampah di Kota Samarinda. Menurut Khairuniisa, pada akhir 2025, jumlah bank sampah di kota ini telah mencapai 90 unit, dan awal Januari 2026, Kecamatan Samarinda Ulu secara resmi menambah 90 bank sampah lagi. Saat ini, total jumlah bank sampah di Samarinda mencapai sekitar 180 unit.

“Bank sampah kita sudah banyak. PR-nya adalah masyarakat tidak tahu bank sampah ada di mana, sistemnya seperti apa, dan lain sebagainya. SSS hadir untuk menjembatani dan memfasilitasi informasi terkait bank sampah, termasuk keuntungan menjadi nasabah,”katanya, menjelaskan.

Komunitas ini rutin melakukan kunjungan ke bank sampah untuk mempromosikan keberadaannya melalui video singkat, sekaligus memberikan informasi lokasi dan cara menabung sampah. Beberapa bank sampah yang aktif, antara lain Bank Sampah Unmul dan Bank Sampah Gunung Mulia dekat Gor Kadrioning.

Lebih jauh, ia menekankan meski terlihat kecil, menabung sampah di bank sampah dapat memberikan dampak besar jika dilakukan oleh seluruh warga Samarinda. Bahkan, salah satu nasabah berhasil menabung sampah hingga Rp 2 juta hanya dalam setahun. Untuk itu, SSS berharap masyarakat semakin sadar untuk memilah, memilih, dan mengolah sampah sejak dari rumah, sehingga pengelolaan sampah di Samarinda dapat lebih efektif dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita