Reduce Dinilai Paling Efektif Tekan Timbulan Sampah
- 19 Jan 2026 04:16 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Konsep pengelolaan sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) selama ini dikenal sebagai upaya untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan, mulai dari mengurangi timbulan sampah, menggunakan kembali barang, hingga mendaur ulang. Dari ketiga konsep tersebut, Aktivis Lingkungan Khairuniisa Luthfiah, Perwakilan Komunitas Sadar Sampah, menilai reduce menjadi langkah paling utama dan paling mudah diterapkan oleh masyarakat.
Menurut Khairunnisa, jika sampah dapat dikurangi sejak dari sumbernya, maka proses pengolahan lanjutan seperti reuse dan recycle tidak lagi menjadi beban.
“Kalau menurut aku, yang paling mudah dan paling gampang dilakukan itu sebenarnya reduce, mengurangi. Karena kalau sampahnya tidak kita hasilkan, kita tidak perlu repot untuk reuse dan recycle,” ujarnya kepada RRI, Jumat 16 Januari 2026.
Baca juga: Persoalan Sampah Samarinda Jadi PR Bersama
Mahasiswi yang juga tergabung dalam WCD Kaltim ini menjelaskan, tantangan utama dari penerapan reduce adalah menahan keinginan untuk menggunakan produk sekali pakai, khususnya plastik.
“PR-nya adalah bagaimana kita bisa menahan hawa nafsu untuk tidak berbelanja menggunakan plastik,” katanya.
Ia mencontohkan, kebiasaan sederhana seperti membawa tumbler dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik, sekaligus memberikan keuntungan ekonomi.
“Teman-teman bisa bawa tumbler harian. Sekarang banyak kafe F&B yang kalau kita bawa tempat sendiri itu ada diskon khusus. Jadi kita bisa mengurangi sampah plastik dan juga menghemat,” ucapnya.
Selain itu, membawa air minum sendiri juga dinilai efektif untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Baca juga: Aktivis Nilai Samarinda Sudah Masuk Darurat Sampah
“Kalau bawa air putih sendiri, kita tidak perlu beli air mineral kemasan. Ada uang yang bisa disimpan di situ,” katanya, menambahkan.
Anggota Jejak baik pohon ini juga mengaku kerap membawa tempat makan atau tempat bekal lipat untuk menghindari penggunaan kemasan plastik saat membeli makanan untuk dibawa pulang.
“Kalau mau take away, tidak perlu pakai kemasan plastik sekali pakai,” ujarnya.
Ia menilai, dibandingkan reuse dan recycle, reduce merupakan langkah yang paling sederhana dan murah untuk dilakukan.
“Kalau reuse dan recycle itu perlu hal yang lebih. Untuk mendaur ulang kadang kita perlu bahan tambahan, seperti lem atau gunting, yang berarti ada biaya tambahan. Yang paling mudah dan paling murah adalah reduce,” katanya.
Menurutnya, reduce ditempatkan sebagai langkah pertama dalam konsep 3R karena bertujuan menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya, sehingga jumlah sampah yang dihasilkan dapat ditekan sehingga upaya reuse dan recycle tidak perlu dilakukan secara berlebihan di tahap selanjutnya.