Kampung Tenun Perkuat Identitas Budaya Samarinda

  • 12 Jan 2026 11:43 WIB
  •  Samarinda

KBRN, Samarinda: Raihan Trofi Abyakta PWI Pusat 2026 oleh Wali Kota Samarinda Andi Harun juga dinilai berkaitan erat dengan pengembangan Kampung Tenun di Samarinda Seberang sebagai pusat produksi dan edukasi Sarung Samarinda.

Kampung Tenun selama ini menjadi ruang hidup para penenun yang menjaga keberlanjutan wastra khas Samarinda dari generasi ke generasi.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma, menegaskan bahwa peran penenun menjadi elemen paling penting dalam pelestarian Sarung Samarinda.

“Artinya memang penenun itu yang paling penting. Tanpa ada penenun, Sarung Samarinda akan hilang,” ujar Barlin kepada rri.co.id, Senin (12/1/2026).

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Samarinda, Barlin Hady Kesuma. (Foto: RRI/doc. Barlin)

Ia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap Kampung Tenun telah berlangsung sejak masa kepemimpinan wali kota sebelumnya dan terus berlanjut hingga saat ini.

“Kampung Tenun itu dimulai sejak wali kota sebelumnya, kemudian dikembangkan lagi oleh penggantinya, dan sekarang terus disupport oleh Pak Wali yang sekarang,” kata Barlin.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penataan kawasan, pembangunan rumah di Kampung Tenun, hingga fasilitasi promosi Sarung Samarinda ke tingkat nasional dan internasional.

Menurut Barlin, konsistensi komitmen pemerintah kota tetap terjaga, meski fokus kebijakan mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan zaman.

“Komitmennya dari dulu sampai sekarang tetap, hanya fokusnya saja yang berbeda-beda,” ucapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Samarinda dalam ajang Anugerah Kebudayaan PWI Pusat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi masyarakat.

Rekomendasi Berita