Jam Tangan Kayu Menggeris, Produk Kreatif UMKM Samarinda yang Eksklusif

  • 10 Mar 2026 12:34 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Produk jam tangan berbahan kayu menggeris menjadi salah satu inovasi menarik dari pelaku UMKM di Kalimantan Timur. Selain menawarkan desain unik, jam tangan ini juga mengusung konsep alami yang berbeda dari produk jam tangan pada umumnya.

Owner Manggeris, Iendy Zelvian Adhari, menjelaskan jam tangan kayu memiliki karakter berbeda dibandingkan jam tangan berbahan logam atau plastik. Hal tersebut berkaitan dengan sifat alami kayu yang tetap menyerap kelembapan. “Jam tangan menggeris ini kami tegaskan tidak waterproof, jadi tidak disarankan untuk dipakai berenang atau terkena air terlalu lama,” ujarnya dalam program UMKM Bicara di RRI Samarinda.

Ia mengatakan, meskipun tidak dirancang untuk penggunaan di dalam air, jam tangan tersebut masih aman jika hanya terkena cipratan air ringan, seperti saat hujan. Namun, pengguna tetap dianjurkan melepas jam tangan ketika berada di kondisi basah dalam waktu lama. “Kalau hanya terkena cipratan air saat hujan masih aman, tetapi untuk berenang atau berwudu sebaiknya dilepas,” kata Iendy.

Menurutnya, karakter kayu yang digunakan dalam produk tersebut membuat jam tangan memiliki tampilan alami dan eksklusif. Kayu menggeris yang menjadi bahan utama dikenal memiliki kekuatan tinggi serta serat kayu yang khas. “Kayu menggeris ini sangat kuat dan memiliki serat yang unik sehingga tampilannya berbeda dari kayu lain,” ucapnya.

Owner Manggeris, Iendy Zelvian Adhari, saat dialog dalam program UMKM Bicara Pro1 Samarinda. (Foto: Tangkapan layar youtube RRI Samarinda)

Ia menjelaskan proses pembuatan jam tangan dari kayu menggeris tidaklah mudah. Setiap bagian dirancang secara detail, termasuk penyusunan rantai jam yang terbuat dari potongan kayu kecil. Proses tersebut membutuhkan ketelitian dan teknik khusus agar hasilnya presisi. “Menyatukan rantai jam dari kayu itu tidak mudah karena setiap bagian harus dibuat sangat presisi,” ujarnya.

Selain bahan baku yang langka, keunggulan lain dari jam tangan ini terletak pada nilai eksklusivitasnya. Kayu menggeris tidak banyak ditemukan di daerah lain, sehingga produk yang dihasilkan memiliki identitas khas Kalimantan Timur. “Kayu ini sulit didapatkan dan pengolahannya juga cukup rumit, sehingga memberikan nilai lebih pada produk,” kata iendy.

Ia menambahkan, jam tangan kayu lebih cocok digunakan sebagai aksesori gaya hidup atau penunjang penampilan sehari-hari. Desainnya yang unik menjadikan produk ini menarik sebagai suvenir maupun koleksi pribadi. “Jam tangan ini lebih cocok untuk menunjang gaya atau fashion, bukan untuk aktivitas outdoor berat,” ucapnya.

Menariknya, meskipun tampil dengan desain modern, sebagian besar pembeli justru berasal dari kalangan usia dewasa. Yendi menyebut banyak konsumen produknya berada pada rentang usia 45 hingga 60 tahun. “Kebanyakan pembeli kami justru dari usia 45 sampai 60 tahun karena mereka melihatnya sebagai produk yang unik dan bernilai seni,” ujarnya.

Rekomendasi Berita