Olahan Kayu Manggeris Jadi Produk Gaya Hidup Ramah Lingkungan
- 10 Mar 2026 12:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Kayu menggeris yang sebelumnya jarang dimanfaatkan kini diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Berbagai produk yang dihasilkan antara lain jam tangan kayu, kacamata, softcase ponsel, hingga pemegang kartu identitas. Hal itu disampaikan Owner Manggeris, Iendy Zelvian Adhari, kepada RRI dalam program UMKM Bicara di Pro1 Samarinda.
Ia mengatakan, inovasi tersebut dilakukan untuk menghadirkan produk gaya hidup yang berbeda sekaligus memanfaatkan potensi kayu lokal Kalimantan. “Produk kami ada jam tangan, kacamata, softcase handphone, card holder untuk ID card, hingga strap kayu untuk Apple Watch,” ujarnya, dikutip Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, penggunaan bahan kayu memberikan karakter unik yang tidak dimiliki produk berbahan logam atau plastik. “Jadi orang tetap bisa menggunakan smartwatch, tetapi strap-nya dari kayu sehingga terlihat lebih natural dan eksklusif,” kata Iendy.
Untuk pemasaran, produk Manggeris saat ini telah tersedia melalui berbagai kanal, baik secara langsung maupun daring. Meski masih dalam skala industri rumahan, produk tersebut sudah memiliki tempat produksi dan penyimpanan sendiri. “Untuk offline store kami masih skala home industry di kawasan Bumi Sempaja, Samarinda. Sementara gudangnya ada di Loa Kulu, Kutai Kartanegara,” ucapnya.
Selain itu, masyarakat juga dapat melihat produk melalui platform digital yang disediakan oleh Manggeris. Hal ini menjadi salah satu strategi agar produk lokal dapat menjangkau pasar yang lebih luas. “Kami juga tersedia secara online melalui Instagram Manggeris Official dan website manggeris.com,” ujarnya.
Iendy menegaskan dalam proses produksinya, Manggeris tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan lingkungan. Kayu yang digunakan bukan berasal dari penebangan pohon baru, melainkan dari bagian tunggul atau sisa kayu yang sudah tumbang. “Kami menerapkan prinsip non-deforestasi. Jadi kami tidak menebang pohon, meskipun stok bahan baku sedang menipis,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan kayu limbah tersebut justru memberikan nilai tambah karena bagian tunggul kayu memiliki serat yang indah dan kuat. Selain itu, langkah tersebut menjadi bentuk komitmen pelaku UMKM dalam menjaga kelestarian hutan. “Kayu yang kami gunakan berasal dari sisa pohon yang sudah rebah, sehingga tidak merusak lingkungan,” ucapnya.
Untuk memastikan legalitas bahan baku, Manggeris juga telah mengantongi sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan pemerintah. Hal ini dilakukan agar proses produksi berjalan sesuai aturan serta menjamin transparansi sumber bahan baku. “Alhamdulillah produk kami sudah memiliki sertifikasi legalitas kayu, sehingga bahan bakunya tercatat dan sesuai aturan,” ujar Iendy.
Melalui inovasi ini, ia berharap produk berbahan kayu lokal Kalimantan dapat semakin dikenal luas. Tidak hanya sebagai produk kerajinan, tetapi juga sebagai simbol kreativitas UMKM daerah yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.