Mahasiswi Unmul Bangun Brand Fashion Wastra Lokal
- 15 Feb 2026 14:33 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Industri fashion lokal di Kalimantan Timur terus menunjukkan geliat positif, terutama dari kalangan anak muda. Di tengah persaingan produk massal yang membanjiri marketplace, pelaku UMKM dituntut memiliki identitas kuat dan nilai pembeda agar mampu bertahan dan berkembang.
Hal tersebut dilakukan Asrah Qonitah Husna, mahasiswi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Mulawarman yang merintis brand fashion bernama Asrahmode. Usaha ini berfokus pada busana berbasis wastra daerah seperti batik dan tenun dengan sentuhan desain modern.
Perjalanan bisnisnya bermula dari hobi menjahit sejak duduk di bangku SMA. Berawal dari kesulitan menemukan pakaian sesuai selera, ia memilih belajar menjahit sendiri hingga akhirnya menerima pesanan dan berkembang menjadi brand mandiri.
Dalam proses produksi, Asrah tetap menjaga pakem motif batik dan tenun tanpa menghilangkan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. "Saya coba memadukan teknik handmade dan detail fabric manipulation untuk menciptakan busana sopan, elegan, serta tetap mengikuti tren," katanya kepada RRI.
Tantangan terbesar yang dihadapi adalah persaingan harga dengan produk massal yang dijual murah di e-commerce. Biaya bahan baku wastra yang relatif tinggi membuat harga jual tidak bisa disamakan dengan produk pabrikan.
Untuk memperluas pasar, ia memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok sebagai sarana promosi. Ia juga mengikuti pameran dan fashion show guna membangun jejaring serta memperkuat personal branding.
Ke depan, Asrah berharap semakin banyak mahasiswa berani membangun usaha berbasis keterampilan. "Kolaborasi dan konsistensi menjadi kunci agar UMKM lokal mampu tumbuh dan bersaing di tengah arus industri kreatif yang semakin dinamis," ujar Asrah.