Berau Ekspor 10 Ton Kakao Fermentasi ke Prancis
- 03 Mar 2026 20:45 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Tanjung Redeb – Kabupaten Berau kembali mencatat capaian di sektor perkebunan dengan melepas ekspor 10 ton biji kakao fermentasi ke Prancis. Pelepasan dilakukan langsung Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di halaman Kantor Bupati Berau, Selasa 3 Maret 2026.
Ekspor tersebut menjadi penanda semakin kuatnya posisi kakao Berau di pasar global, khususnya untuk segmen kakao fermentasi premium. Komoditas unggulan ini dinilai memiliki daya saing tinggi karena kualitas dan konsistensi pengolahan yang semakin baik.
Dalam sambutannya, Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan tingginya minat pasar internasional terhadap kakao Berau merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara berkelanjutan.
“Ini merupakan peluang besar untuk terus memperluas ekspor kakao Berau, baik dalam bentuk biji fermentasi premium maupun produk olahan bernilai tambah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, biji kakao asal Berau dikenal memiliki karakter rasa khas, yakni perpaduan pahit yang kuat dengan sentuhan asam segar yang seimbang. Profil cita rasa tersebut banyak diminati produsen cokelat premium dunia, termasuk industri cokelat asal Prancis.
Menurutnya, ekspor ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi memperkuat struktur ekonomi daerah. Sektor kakao dinilai mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat, khususnya petani, jika didukung teknologi budidaya, akses pembiayaan, serta sertifikasi keberlanjutan.
Bupati juga mendorong Dinas Perkebunan dan perangkat daerah terkait untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi. Standarisasi fermentasi, teknik pengeringan yang tepat, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi kunci agar kakao Berau konsisten memenuhi standar ekspor.
Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada PT KHASS selaku eksportir yang telah menjalin kerja sama pemasaran kakao Berau ke pasar internasional. Pemerintah daerah berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat sehingga ekspor berjalan berkelanjutan dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Berau juga mendorong pengembangan hilirisasi kakao melalui pelibatan UMKM. Diskoperindag diminta memperkuat produk olahan berbasis kakao agar nilai tambah tidak berhenti pada ekspor bahan mentah, tetapi berkembang menjadi industri lokal yang menyerap tenaga kerja.
Ke depan, Pemkab Berau juga berencana mengembangkan konsep agrowisata kakao. Wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati destinasi alam Berau, tetapi juga dapat melihat langsung proses budidaya, fermentasi, hingga pengolahan cokelat sebagai bagian dari pengalaman wisata edukatif.
Dengan pelepasan 10 ton kakao fermentasi ini, Berau menegaskan diri sebagai salah satu daerah penghasil kakao premium yang siap memperluas jejak di pasar Eropa. Pemerintah daerah berharap langkah ini menjadi momentum penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan yang berkelanjutan dan berpihak pada petani.