BI Kaltim Beberkan Penyumbang Inflasi Januari 2026

  • 28 Feb 2026 11:30 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, menyebut kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu penyumbang kenaikan inflasi di Kalimantan Timur tahun ini. Hal itu disampaikan dalam temu media di Samarinda, Jumat, 27 Februari 2026.

Dalam paparannya, Jajang mengatakan tekanan inflasi juga bersumber dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga. Pada Januari 2026, kelompok tersebut tercatat sebagai penyumbang utama kenaikan inflasi bulanan di wilayah Kaltim.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih memberikan andil terhadap kenaikan inflasi tahun ini. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi pada Januari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara statistik terjadi efek basis rendah atau long base effect akibat kebijakan diskon tarif listrik yang diberlakukan pada Januari dan Februari 2025. Kebijakan tersebut memengaruhi perbandingan perhitungan inflasi tahunan pada Januari hingga Februari 2026.

“Karena pada Januari dan Februari 2025 ada kebijakan diskon tarif listrik, maka ketika dihitung pada periode yang sama tahun ini muncul efek basis yang memengaruhi angka inflasi,” ujarnya.

Selain itu, pemberian sejumlah insentif pada sektor perdagangan pada Februari 2025 turut memengaruhi perhitungan inflasi tahunan saat ini. Menurutnya, faktor tersebut menjadi bagian dari dinamika pembentukan inflasi yang perlu dicermati secara komprehensif.

Secara nasional, komoditas emas dan perhiasan tercatat sebagai salah satu pendorong utama inflasi tahunan. Kenaikan harga emas global serta kebijakan yang memengaruhi pasar turut berdampak pada pergerakan harga di Kalimantan Timur.

Bank Indonesia memastikan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap terkendali sesuai sasaran.

Rekomendasi Berita