Pagar Plastik Jadi Solusi Cegah Serangan Tikus Sawah

  • 11 Mar 2026 00:12 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Serangan hama tikus masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi petani padi di berbagai daerah. Dalam satu musim tanam, tikus dapat merusak puluhan hingga ratusan rumpun padi hanya dalam waktu singkat. Kondisi ini tidak hanya menurunkan hasil panen, tetapi juga meningkatkan biaya produksi bagi petani.

Kerusakan tanaman akibat hama tikus kerap terjadi terutama pada lahan yang baru ditanami atau berada di kawasan persawahan yang luas. Tikus dengan cepat berkembang biak dan berpindah dari satu petak sawah ke petak lainnya, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat meluas dalam waktu relatif singkat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penyuluh pertanian BRMP Kaltim, Rosdina, mengatakan berbagai metode pengendalian hama terus dikembangkan. Salah satu cara yang kini mulai banyak diterapkan adalah penggunaan pagar plastik sebagai penghalang fisik agar tikus tidak dapat masuk ke area persawahan.

“Penggunaan pagar plastik ini merupakan salah satu metode pengendalian hama tikus secara mekanis. Tujuannya untuk mencegah tikus masuk ke area tanaman padi sehingga kerusakan tanaman dapat ditekan sejak awal,” ujar Rosdina.

Metode ini diterapkan di lahan IP2MP Lempake, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kalimantan Timur. Di lokasi tersebut, pagar plastik dipasang mengelilingi lahan sawah bukaan baru sebagai upaya melindungi tanaman padi dari serangan tikus.

Pagar plastik dipasang dengan tinggi sekitar 60 sentimeter. Bagian bawah pagar ditanam ke dalam tanah sedalam kurang lebih 20 sentimeter untuk mencegah tikus menggali dan masuk ke area sawah.

Selain itu, bagian tepi pagar juga ditempatkan sekitar 20 sentimeter dari tanggul dalam kondisi lahan tergenang air. Cara ini membuat tikus semakin sulit menemukan celah untuk masuk ke dalam area tanaman padi.

“Permukaan plastik yang licin membuat tikus sulit memanjat pagar. Dengan begitu, akses mereka menuju tanaman padi dapat terhambat dan tanaman lebih terlindungi,” ucapnya.

Selain cukup efektif, pemasangan pagar plastik juga tergolong praktis dan tidak memerlukan teknologi rumit. Pagar tersebut bahkan dapat digunakan kembali untuk beberapa musim tanam apabila dirawat dengan baik.

Metode ini juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan penggunaan racun tikus secara berlebihan. Dengan inovasi sederhana seperti pagar plastik, petani diharapkan dapat melindungi tanaman padi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pertanian.

Rekomendasi Berita