Pemkot Samarinda Perketat Pengendalian Inflasi jelang Idulfitri
- 10 Mar 2026 08:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat pasokan bahan pokok, serta memastikan kelancaran distribusi barang di wilayah ibu kota Kalimantan Timur.
Upaya tersebut mengemuka setelah Pemkot Samarinda, melalui Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring dari Batam pada Senin 9 Maret 2026.
Arahan dari rapat itu langsung ditindaklanjuti melalui rapat koordinasi internal yang dipimpin oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dan dilanjutkan oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda, Nadya Turisna.
Dalam rakor internal itu, sejumlah komoditas strategis menjadi perhatian serius. Harga beberapa kebutuhan pokok seperti beras premium, gula, dan bawang merah dilaporkan mengalami kenaikan, sementara LPG 3 kilogram di beberapa titik bahkan mencapai sekitar Rp 32.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut memicu perhatian khusus dari pemerintah kota untuk mencegah lonjakan harga yang berdampak buruk pada daya beli masyarakat.
Pemerintah kota berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dengan distributor, pasar tradisional, serta instansi terkait, serta mengintensifkan pemantauan harga, stok, dan distribusi komoditas.
Wakil Wali Kota Samarinda menegaskan stabilitas harga kebutuhan pokok merupakan salah satu prioritas utama agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan aman.
Sebelumnya, pemerintah provinsi juga melaporkan bahwa secara umum ketersediaan bahan pokok di Kalimantan Timur relatif stabil menjelang Lebaran, meskipun tetap membutuhkan pengawasan ketat terhadap komoditas tertentu. Pemerintah daerah dan tim terkait terus berupaya mengantisipasi fluktuasi harga menjelang puncak permintaan di masa Ramadhan dan Idulfitri mendatang.