Lapas Kelas IIA Samarinda Dorong Asta Cita lewat Dapur MBG dan Ketahanan Pangan

  • 10 Mar 2026 14:42 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda mulai menyiapkan langkah mendukung program prioritas pemerintah, salah satunya dengan memproyeksikan warga binaan untuk bekerja di dapur makan bergizi gratis (MBG) yang rencananya akan dibangun di area lapas, Jenderal Sudirman, Kecamatan Samarinda Kota, Kota Samarinda.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanes Varianto, mengatakan warga binaan yang dilibatkan adalah mereka yang telah memenuhi syarat, seperti sudah menjalani setengah masa pidana atau yang masa bebasnya sudah dekat.

“Ketika nanti ada MBG di lahan lapas, kita akan memanfaatkan warga binaan yang sudah memenuhi syarat untuk dipekerjakan di dapur MBG,” kata Yohanes, kepada rri.co.id, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan para warga binaan tersebut nantinya akan membantu berbagai pekerjaan operasional di dapur MBG. Mulai dari mencuci peralatan hingga pekerjaan lain yang dibutuhkan dalam proses penyediaan makanan.

“Gajinya sesuai dengan standar yang diberikan dari BGN,” ujarnya, menambahkan.

Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanes Varianto. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Saat ini, pihak lapas telah menyiapkan daftar sementara sekitar 20 warga binaan yang akan dilibatkan dalam program tersebut. Mereka nantinya akan dibawa ke lokasi dapur MBG yang berada di sekitar area lapas untuk bekerja sesuai kebutuhan operasional.

Selain warga binaan yang masih menjalani masa pidana, Yohanes mengungkapkan, ia juga berencana mendata mantan warga binaan yang sudah bebas tetapi belum memiliki pekerjaan. Mereka berpeluang direkrut apabila dapur MBG membutuhkan tambahan tenaga kerja.

Menurut Yohanes, langkah ini menjadi bagian dari upaya lapas untuk mendukung program pemerintah sekaligus memberikan kesempatan bagi warga binaan agar memiliki pengalaman kerja.

Tidak hanya mendukung MBG, di sisi lain, Lapas Kelas IIA Samarinda juga menjalankan program ketahanan pangan di dalam lapas meski lahan yang tersedia cukup terbatas.

“Untuk ketahanan pangan yang sudah berjalan, kami punya hidroponik, kemudian peternakan ayam dan lele. Ada juga kegiatan kerajinan tangan dan lukisan yang dilakukan warga binaan,” ucap Yohanes, menjelaskan.

Ternak ayam di Lapas Kelas IIA Samarinda, bagian dari upaya mewujudkan ketahanan pangan warga binaan. (Foto: RRI Samarinda/Chella)

Ia mengatakan, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan sekaligus upaya mendorong kemandirian warga binaan. Program itu tetap dijalankan meski kondisi lahan lapas tidak terlalu luas.

Sebagai informasi, Lapas Kelas IIA Samarinda berdiri di atas lahan seluas sekitar 7.284 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 1.532 meter persegi. Dengan keterbatasan tersebut, Yohanes berupaya tetap mengembangkan berbagai kegiatan produktif bagi warga binaan.

Rekomendasi Berita