Sumber Daya Manusia Jadi Kunci Layanan Sekolah Inklusif

  • 03 Mar 2026 08:58 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda – Kunci utama pelayanan sekolah inklusi terletak pada Sumber Daya Manusia (SDM) didalamnya. Hal itu disampaikan Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Darussalam Internasional Samarinda, Latifah, saat menjawab pertanyaan pendengar RRI terkait sekolah berlabel inklusi namun belum optimal dalam pelayanan.

“Balik lagi ke SDM-nya. Ketika sekolah melabeli diri sebagai inklusi tetapi perlakuannya tidak sesuai, itu kembali ke individu-individu di dalamnya bagaimana menangani anak-anak tersebut,” ujar Latifah saat dialog di RRI, dikutip Selasa 3 Maret 2026.

Ia menjelaskan, di madrasahnya seluruh siswa diperlakukan setara tanpa pembedaan. “Murid A, murid B, murid C semuanya diperlakukan sama. Tidak ada perbedaan,” katanya.

Saat ini terdapat lima siswa disabilitas yang belajar di madrasah tersebut. Mereka terdiri dari satu siswa tunarungu, dua siswa dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), satu siswa autisme ringan, serta satu siswa autisme berat. Selain itu, terdapat beberapa siswa dengan kesulitan belajar yang belum masuk kategori disabilitas formal.

Meski belum memiliki SDM khusus berlatar pendidikan inklusi, para guru berupaya belajar secara mandiri dan melakukan penyesuaian pembelajaran sesuai kebutuhan masing-masing anak.

“Memang belum ada arahan resmi dari yayasan untuk menjadi sekolah inklusi. Tapi insyaallah seharusnya memang sudah inklusi. Kalau ada arahan, kami siap,” ujar Latifah.

Ia menambahkan, perubahan nomenklatur menjadi sekolah inklusi secara resmi tinggal menunggu kebijakan yayasan. Namun secara praktik, nilai kesetaraan dan penerimaan sudah berjalan dalam keseharian.

Latifah berharap, ke depan semakin banyak sekolah yang tidak hanya fokus pada label, tetapi juga memperkuat kapasitas guru dan budaya sekolah agar benar-benar ramah terhadap semua anak, termasuk penyandang disabilitas.

Rekomendasi Berita