Benteng Anoi Itam, Jejak Perang di Tengah Panorama Pulau Weh

  • 31 Agt 2026 22:57 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Laut lepas terbentang di hadapan kawasan Benteng Anoi Itam, sementara di balik pepohonan dan perbukitan tersimpan jejak pertahanan masa Perang Dunia II.

Peninggalan pertahanan Jepang tersebut kini menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Sabang. Wisatawan datang untuk menikmati panorama pesisir sekaligus melihat langsung sisa bangunan yang mengingatkan pada posisi strategis Pulau Weh pada masa perang.

Benteng Anoi Itam dibangun pada masa pendudukan Jepang sekitar 1942 hingga 1945. Keberadaannya tidak terlepas dari posisi Sabang yang berada di jalur strategis antara Samudra Hindia dan Selat Malaka.

Letaknya di kawasan timur Pulau Weh juga memberikan keuntungan lain bagi wisatawan. Setelah melihat peninggalan sejarah, pengunjung dapat menikmati hamparan laut dari kawasan perbukitan Anoi Itam.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gampong Anoi Itam, Suhaimi alias Opung, mengatakan perpaduan antara sejarah dan panorama alam menjadi kekuatan utama kawasan tersebut.

“Pengunjung bisa menikmati pemandangan alam sekaligus melihat peninggalan sejarah. Jadi, bukan hanya datang untuk bersantai, tetapi juga bisa mengetahui cerita tentang benteng ini,” kata Suhaimi saat ditemui, Selasa 11 Agustus 2026.

Menurutnya, kawasan Benteng dan Pantai Anoi Itam biasanya lebih ramai ketika memasuki musim liburan. Pada libur Idulfitri 2026, jumlah kunjungan disebut mencapai sekitar 200 hingga 400 orang per hari.

Wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari Kota Sabang. Sejumlah pengunjung juga berasal dari berbagai daerah di Aceh dan luar Aceh.

Ramainya kunjungan turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat sekitar. Warga membuka usaha makanan dan minuman serta menyediakan tempat bagi pengunjung untuk beristirahat.

Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa keberadaan destinasi wisata sejarah dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila terhubung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Bagi wisatawan, Benteng Anoi Itam menawarkan pengalaman yang berbeda dari destinasi wisata bahari yang selama ini menjadi identitas Sabang.

Nur Aklima, salah seorang wisatawan, mengatakan kawasan tersebut menarik karena pengunjung dapat menikmati pemandangan sekaligus mengenal sejarah.

“Benteng ini menarik karena kita bisa menikmati pemandangan laut sekaligus melihat peninggalan sejarah. Akan lebih bagus jika informasi tentang sejarah benteng diperbanyak, sehingga wisatawan tidak hanya datang untuk berfoto, tetapi juga mengetahui cerita di balik tempat ini,” katanya.

Menurutnya, informasi sejarah yang lebih lengkap dapat membuat kunjungan wisatawan menjadi lebih bermakna. Pengunjung tidak hanya melihat bangunan lama, tetapi juga memahami alasan benteng tersebut dibangun dan kaitannya dengan sejarah Sabang.

Kebutuhan informasi menjadi salah satu hal yang masih dapat diperkuat dalam pengembangan kawasan. Papan informasi mengenai sejarah dan fungsi benteng dapat membantu wisatawan memahami peninggalan yang mereka lihat.

Kehadiran pemandu lokal juga dapat menjadi pilihan untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Cerita sejarah yang disampaikan langsung oleh masyarakat dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Suhaimi berharap pengembangan kawasan tetap melibatkan masyarakat dan tidak mengabaikan kelestarian peninggalan sejarah.

“Harapannya kawasan ini semakin dikenal, tetapi sejarah dan peninggalannya tetap dijaga,” ujarnya.

Bagi Sabang, Benteng Anoi Itam memiliki modal yang cukup kuat untuk dikembangkan sebagai wisata sejarah. Peninggalan masa perang berada dalam satu kawasan dengan panorama laut dan potensi ekonomi masyarakat.

Jika sejarahnya diperkuat melalui informasi yang mudah dipahami, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat wisatawan mengambil foto. Benteng Anoi Itam dapat menjadi ruang untuk mengenal salah satu bagian penting dari perjalanan sejarah Pulau Weh.

Di tempat ini, wisatawan dapat melihat laut yang masih menjadi kekuatan pariwisata Sabang, sekaligus menyaksikan jejak masa lalu yang pernah menempatkan Pulau Weh sebagai kawasan penting dalam peta pertahanan dan pelayaran kawasan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....