Rumah Sakit Bawah Tanah Sabang, Saksi Perang Dunia II di Pulau Weh
- 30 Apr 2026 19:44 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Rumah Sakit Bawah Tanah di Pulau Weh menjadi salah satu peninggalan bersejarah dari masa Perang Dunia II yang masih bertahan hingga kini. Lokasi ini menyimpan jejak penting peran Sabang sebagai kawasan strategis militer di ujung barat Indonesia.
Pemerhati sejarah Sabang, Albina Arrahman, menjelaskan fasilitas tersebut dibangun Jepang pada tahun 1942 sebagai bagian dari pertahanan militer. Ia menyebut keberadaan rumah sakit bawah tanah menjadi kebutuhan vital dalam mendukung perawatan prajurit di tengah situasi perang.
“Rumah Sakit Bawah Tanah Sabang dibangun untuk melindungi tenaga medis dan pasien dari serangan udara. Struktur bawah tanah membuatnya aman sebagai pusat perawatan prajurit yang terluka,” ujar Albina, Kamis 30 April 2026.
Pada masa pendudukan Jepang, Sabang difungsikan sebagai pangkalan militer penting karena memiliki pelabuhan alam yang luas. Berbagai fasilitas pertahanan seperti benteng, lorong bawah tanah, hingga artileri dibangun untuk mengantisipasi serangan Sekutu.
Sebagai fasilitas medis, rumah sakit ini dilengkapi ruang perawatan, ruang operasi, serta tempat penyimpanan obat. Sistem ventilasi juga dirancang agar sirkulasi udara tetap berjalan meski seluruh bangunan berada di bawah tanah.
“Tenaga medis saat itu bekerja dalam kondisi terbatas dan tekanan perang yang tinggi. Meski demikian, mereka tetap berupaya merawat prajurit yang terluka,” kata Albina.
Pasca berakhirnya Perang Dunia II, fasilitas ini perlahan ditinggalkan dan tertutup oleh alam. Namun struktur lorong-lorongnya masih tersisa dan menjadi pengingat akan masa konflik yang pernah terjadi di Sabang.
Pemerintah Kota Sabang terus mendorong pelestarian situs ini sebagai bagian dari wisata sejarah. Keberadaan Rumah Sakit Bawah Tanah diharapkan dapat menjadi sarana edukasi sekaligus memperkaya daya tarik pariwisata Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....