Benteng Batere A Didorong Jadi Destinasi Wisata Sejarah di Sabang
- 23 Agt 2026 00:30 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - DPRK Sabang menilai Benteng Batere A atau Meteo di Gampong Cot Ba'u memiliki potensi menjadi salah satu ikon baru wisata sejarah di Kota Sabang. Kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan tidak hanya sebagai situs sejarah, tetapi juga ruang edukasi dan ruang publik bagi masyarakat.
Wakil Ketua DPRK Sabang, Albina Arrahman, mengatakan Sabang memiliki kekuatan pada wisata alam dan sejarah, tetapi masih membutuhkan destinasi yang dapat menjadi ikon dan memiliki daya tarik lebih luas. Benteng Batere A dinilai dapat menjadi alternatif pengembangan wisata sejarah selain benteng yang selama ini lebih dikenal wisatawan.
“Benteng Meteo atau Benteng Batere A ini salah satu objek wisata yang sebenarnya bisa kita unggulkan. Hari ini wisata di Sabang itu terkait dengan wisata alam dan wisata sejarah masih belum punya ikon yang cukup menjadi perhatian,” kata Albina saat menghadiri Festival Budaya Lokal Cot Ba'u, Sabang, Sabtu 22 Agustus 2026.
Menurutnya, potensi kawasan tersebut belum berkembang maksimal karena masih menghadapi persoalan status kepemilikan lahan dan keterbatasan akses. Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan sejumlah pihak agar pengembangan kawasan dapat berjalan sesuai ketentuan.
Albina mengatakan peluang pengembangan Benteng Batere A semakin terbuka karena pemerintah daerah, DPRK, Lanal Sabang dan pihak terkait memiliki kepentingan yang sama untuk menghadirkan destinasi wisata baru. Kolaborasi diperlukan agar persoalan akses, lahan, pelestarian, hingga pemanfaatan kawasan dapat diselesaikan secara terpadu.
Ia menilai konsep pengembangan tidak seharusnya hanya berorientasi pada bangunan benteng. Kawasan tersebut dapat dikembangkan sebagai ruang yang menggabungkan sejarah, budaya, edukasi, kuliner dan aktivitas masyarakat.
“Kita coba mengembangkan jadi tempat kuliner, tempat edukasi, dan yang paling penting menjadi public space, sarana masyarakat untuk bermain di sini sore-sore,” ujarnya.
Menurut Albina, Benteng Batere A juga memiliki keunggulan dari sisi panorama. Posisi kawasan memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan laut sekaligus mempelajari sejarah pertahanan di wilayah paling barat Indonesia.
Konsep tersebut dinilai dapat membuat wisatawan memiliki lebih banyak aktivitas selama berada di kawasan. Pengunjung tidak sekadar datang melihat bangunan benteng, tetapi juga dapat menikmati pemandangan, mendapatkan edukasi sejarah, serta memanfaatkan kawasan sebagai ruang rekreasi.
Albina menilai pengembangan kawasan perlu dilakukan dengan memperhatikan karakter sejarah yang melekat pada Benteng Batere A. Penambahan fasilitas wisata harus diarahkan untuk memperkuat nilai kawasan, bukan menghilangkan identitas heritage yang menjadi daya tarik utamanya.
“Tidak hanya bernilai dari segi sejarah, tapi bernilai ke sisi budaya tadi,” katanya.
DPRK Sabang berharap pengembangan Benteng Batere A dapat menjadi bagian dari upaya memperluas sebaran destinasi wisata di Kota Sabang. Kehadiran destinasi baru dinilai penting agar kunjungan wisatawan tidak terpusat pada lokasi yang selama ini sudah menjadi tujuan utama.
Dengan pengelolaan yang tepat dan kolaborasi lintas pihak, Benteng Batere A diharapkan berkembang sebagai kawasan wisata yang menggabungkan sejarah, budaya, edukasi, panorama alam dan ruang publik bagi masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....