Kota Tua Sabang Disiapkan Jadi Ruang Wisata Sejarah
- 31 Jul 2026 23:20 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Kawasan kota tua di Kota Sabang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang memperkuat identitas lokal. Pengembangan kawasan juga diarahkan untuk menjaga warisan budaya sekaligus menghadirkan ruang edukasi bagi masyarakat dan wisatawan.
Sejumlah bangunan peninggalan masa kolonial serta jejak pertahanan Jepang masih dapat ditemukan di kawasan tersebut. Keberadaan situs bersejarah itu menjadi bagian dari perjalanan Sabang sebagai kota pelabuhan dan kawasan strategis di ujung barat Indonesia.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan pengembangan wisata kota tua menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah. Kawasan tersebut juga dapat memperkaya pilihan wisata berbasis edukasi dan budaya di Sabang.
“Kota tua Sabang tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga menjadi ruang edukatif bagi generasi muda dan wisatawan untuk memahami perjalanan panjang kota ini,” kata Harry, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, pelestarian kawasan perlu dilakukan dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai historis bangunan. Pengembangan juga diarahkan agar kawasan dapat digunakan secara produktif tanpa menghilangkan identitas sejarahnya.
“Kami ingin kota tua ini hidup kembali sebagai ruang publik yang produktif tanpa kehilangan jati dirinya,” ujarnya.
Sejumlah bangunan bersejarah direncanakan memiliki fungsi baru sebagai galeri sejarah, pusat informasi wisata, dan ruang kreatif masyarakat. Pemanfaatan tersebut diharapkan dapat membuat kawasan lebih aktif serta memberi manfaat bagi warga sekitar.
Kawasan kota tua Sabang mencakup sejumlah titik bersejarah, antara lain Gedung Eks Kantor Pos dan Telegraf, bangunan serta situs pertahanan Jepang di kawasan Kota Atas, dan dermaga tua. Sebagian kawasan tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari aktivitas masyarakat.
Pemerintah Kota Sabang juga membuka peluang kolaborasi dengan komunitas sejarah dan pegiat budaya. Keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk menggali cerita lokal dan memperkaya narasi wisata sejarah.
Pengembangan kota tua diharapkan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat pemahaman generasi muda terhadap sejarah daerah. Aktivitas wisata juga berpotensi membuka peluang bagi pelaku UMKM, pemandu wisata, komunitas kreatif, dan usaha masyarakat.
Dengan pengelolaan yang terarah, kawasan kota tua dapat menjadi ruang publik yang menghubungkan sejarah, budaya, edukasi, dan kegiatan ekonomi. Pelestarian kawasan juga diharapkan menjaga identitas Sabang di tengah perkembangan kota.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....