Wisata Ramah Muslim Dorong Pertumbuhan Ekonomi Aceh

  • 24 Jun 2026 16:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Pemerintah Aceh terus mengembangkan konsep wisata ramah muslim sebagai strategi memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor pariwisata. Konsep ini dinilai mampu menghadirkan destinasi yang aman, nyaman, dan sesuai dengan nilai-nilai Islam, namun tetap terbuka bagi wisatawan dari berbagai latar belakang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ismail, S.Pd., dalam dialog di Banda Aceh, Senin, 22 Juni 2026.

Ismail mengatakan, Pemerintah Aceh kini lebih mengedepankan istilah wisata ramah muslim (Muslim-friendly tourism) dibandingkan wisata syariah. Menurutnya, perubahan istilah tersebut mencerminkan pendekatan yang lebih inklusif tanpa mengurangi komitmen Aceh dalam menerapkan nilai-nilai syariat Islam.

"Saat ini kita tidak lagi menggunakan slogan wisata syariah, tetapi sudah berubah menjadi wisata ramah muslim. Wisata ramah muslim tidak hanya diperuntukkan bagi wisatawan muslim, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi wisatawan nonmuslim," ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan wisata ramah muslim didukung oleh berbagai kebijakan, mulai dari sertifikasi halal bagi produk dan layanan, penyediaan sarana ibadah di destinasi wisata, hingga fasilitas umum yang memenuhi kebutuhan wisatawan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Aceh.

Menurut Ismail, berbagai penghargaan yang diraih Aceh dalam ajang wisata halal, baik di tingkat nasional maupun internasional, turut memperkuat citra daerah sebagai salah satu destinasi unggulan di Indonesia.

"Branding wisata halal Aceh terus meningkat sejak 2016. Seiring dengan itu, jumlah kunjungan wisatawan juga terus bertambah setiap tahun sehingga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan perekonomian daerah," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh, Rusdi, menegaskan bahwa penerapan syariat Islam justru menjadi keunggulan kompetitif bagi sektor pariwisata daerah. Menurutnya, pengalaman wisatawan menunjukkan bahwa Banda Aceh merupakan destinasi yang aman, nyaman, bersih, dan tertib.

"Wisata syariat yang dimaksud tidak menakutkan. Justru wisatawan yang datang merasakan Banda Aceh sangat aman, nyaman, bersih, dan tertib," ujarnya.

Rusdi mengatakan Pemerintah Kota Banda Aceh terus melakukan promosi untuk menghilangkan stigma negatif yang masih berkembang di luar Aceh. Berbagai upaya dilakukan dengan memperkenalkan pengalaman wisata yang sesungguhnya, sekaligus menonjolkan kekayaan budaya, sejarah, dan keramahan masyarakat Aceh.

Menurutnya, tingkat keamanan yang kondusif, keramahtamahan masyarakat, serta biaya perjalanan yang relatif terjangkau menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Aceh.

Pemerintah Aceh berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat agar pengembangan wisata ramah muslim dapat berjalan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, Aceh diharapkan semakin kokoh sebagai destinasi wisata ramah muslim berkelas dunia, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan sektor pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....