Dinas Pariwisata Sabang Beri Respon Terkait Penerapan Tiket Online

  • 04 Apr 2026 22:04 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di era modern saat ini telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam sistem layanan transportasi. Kemudahan akses informasi yang cepat, tepat, dan akurat menjadi tuntutan utama di tengah persaingan yang semakin kompetitif, khususnya dalam layanan pembelian tiket kapal yang kini mulai beralih ke sistem daring.

Sebelumnya masyarakat harus mengantre panjang dan datang langsung ke lokasi untuk membeli tiket. Namun dengan hadirnya sistem tiket online, proses tersebut menjadi lebih praktis dan efisien, sejalan dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pesat di Indonesia.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang, Harry Susethia, mengatakan bahwa penerapan tiket online memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat. Di antaranya adalah menghilangkan antrean panjang, mengurangi risiko kehilangan tiket fisik, serta menekan biaya komunikasi antara penumpang dan agen perjalanan melalui pemanfaatan internet.

"Sistem ini kita nilai mampu mengurangi kebutuhan tenaga kerja dalam proses pencetakan dan distribusi tiket, serta meminimalisir praktik percaloan yang selama ini kerap merugikan masyarakat. Dengan demikian, layanan menjadi lebih transparan dan efisien, namun juga kita harus memperhatikan aspek lainnya," tegas Harry, Sabtu 4 April 2026.

Untuk itu, Harry juga menyoroti adanya sejumlah dampak negatif yang perlu menjadi perhatian. Tidak semua masyarakat memahami penggunaan internet dan sistem pembelian tiket online, terutama bagi kelompok usia lanjut atau masyarakat di daerah dengan keterbatasan akses teknologi.

"Kekhawatiran terhadap keamanan data pribadi, seperti kode kartu kredit dan ATM, juga menjadi tantangan tersendiri. Risiko pencurian informasi oleh pihak tidak bertanggung jawab, termasuk peretasan sistem, dapat menimbulkan kerugian besar bagi pengguna layanan," ujarnya.

Selain itu, potensi kerugian akibat gangguan sistem, ketidakjujuran, maupun praktik bisnis yang tidak sehat juga harus diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, kesiapan dari seluruh pihak, baik penyelenggara maupun masyarakat pengguna layanan, menjadi kunci utama dalam keberhasilan penerapan sistem ini.

Harry menegaskan, sebelum penerapan tiket online secara penuh dilakukan, perlu adanya kajian mendalam terkait persentase pengguna layanan offline dan online. “Jika seluruh kesiapan terpenuhi dan sosialisasi dilakukan dengan baik kepada masyarakat, maka penerapan tiket online sepenuhnya bukan menjadi persoalan, seperti yang telah diterapkan di stasiun kereta maupun bandara,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....