Keindahan Titik Selam Menjadi Modal Besar Pariwisata Sabang
- 28 Mar 2026 04:11 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Perairan di sekitar Pulau Weh menyimpan potensi besar sebagai destinasi wisata selam kelas dunia. Berdasarkan data potensi wisata bahari, terdapat lebih dari 30 titik selam (dive point) yang tersebar di berbagai sisi pulau dengan karakter ekosistem dan kondisi arus yang berbeda.
Keberagaman lokasi penyelaman tersebut menjadikan kawasan Kota Sabang dikenal luas di kalangan komunitas penyelam domestik maupun mancanegara. Banyaknya titik selam memungkinkan wisatawan memilih lokasi sesuai tingkat kemampuan, mulai dari pemula hingga penyelam berpengalaman.
Beberapa titik selam yang cukup dikenal di kalangan penyelam antara lain antara lain Batee Tokong, The Canyon, Shark Plateau, Rubiah Sea Garden, serta lokasi penyelaman bangkai kapal Sophie Rickmers. Setiap lokasi menawarkan pengalaman menyelam yang berbeda, mulai dari taman karang dangkal hingga dinding karang yang curam.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan potensi bawah laut tersebut menjadi modal penting dalam mengembangkan pariwisata Sabang ke tingkat yang lebih luas. Menurutnya, kekayaan titik selam yang dimiliki Sabang memberikan banyak pilihan bagi wisatawan, baik penyelam pemula maupun profesional.
“Sabang memiliki potensi luar biasa di sektor wisata bahari. Banyaknya titik selam dengan kondisi terumbu karang yang masih baik menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Harry Sabtu 28 Maret 2026.
Salah satu spot yang paling dikenal adalah Batee Tokong. Lokasi ini memiliki formasi karang berbentuk menara yang menjulang dari dasar laut. Kondisi arus yang cukup kuat membuat kawasan ini sering menjadi jalur lintasan ikan-ikan pelagis berukuran besar seperti barakuda dan tuna. Karena karakter tersebut, spot ini lebih sering dikunjungi oleh penyelam berpengalaman.
Berbeda dengan Batee Tokong, The Canyon menawarkan sensasi menyelam di antara celah-celah karang yang menyerupai lorong alami. Di lokasi ini, penyelam dapat menikmati pemandangan dinding karang yang dipenuhi soft coral serta berbagai jenis ikan karang. Struktur karang yang unik menjadikan spot ini cukup populer bagi fotografer bawah laut.
Sementara itu, Rubiah Sea Garden dikenal sebagai salah satu lokasi snorkeling dan penyelaman yang ramah bagi pemula. Perairannya relatif tenang dengan kedalaman yang tidak terlalu dalam. Wisatawan bahkan dapat menikmati keindahan terumbu karang hanya dengan menggunakan masker dan snorkel. Kawasan ini juga menjadi lokasi favorit bagi wisatawan keluarga.
Disisi lain, terdapat pula spot Shark Plateau yang dikenal sebagai habitat berbagai jenis ikan besar. Meski tidak selalu bertemu hiu, penyelam sering menjumpai schooling fish dalam jumlah besar yang bergerak mengikuti arus laut. Kondisi tersebut memberikan pengalaman menyelam yang dinamis bagi para penyelam.
Keunikan lain di perairan Sabang adalah keberadaan lokasi wreck diving di bangkai kapal Sophie Rickmers, Kapal kargo Jerman yang tenggelam pada tahun 1940. Bangkai kapal sepanjang lebih dari 130 meter tersebut kini menjadi rumah bagi berbagai biota laut dan menjadi salah satu lokasi wreck diving yang cukup terkenal di Sabang.
Kekayaan titik selam di Sabang juga mendapat perhatian dari komunitas penyelam internasional, termasuk penyelam bersertifikasi dari organisasi selam dunia seperti PADI (Professional Association of Diving Instructors). Sabang dikenal memiliki perairan yang jernih, arus laut yang menantang, serta keanekaragaman biota laut yang tinggi sehingga menjadi tujuan menarik bagi wisata selam.
Selain spot-spot terkenal tersebut, masih banyak titik selam lain yang tersebar di berbagai wilayah perairan Pulau Weh. Beberapa di antaranya memiliki karakter dinding karang curam, taman terumbu karang yang luas, hingga area dengan arus laut yang cukup kuat sehingga menjadi jalur pergerakan ikan-ikan besar.
Keanekaragaman biota laut juga menjadi daya tarik utama kawasan ini. Terumbu karang yang masih relatif sehat menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan karang, nudibranch, hingga biota laut berukuran besar. Kondisi air yang jernih dengan jarak pandang yang baik semakin mendukung aktivitas penyelaman.
Letak Pulau Weh yang berada di pertemuan perairan Samudera Hindia dan Selat Malaka turut mempengaruhi kekayaan ekosistem laut di wilayah tersebut. Arus laut yang membawa nutrien membuat kawasan ini menjadi habitat bagi berbagai spesies laut tropis.
Potensi tersebut menjadikan Sabang memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu destinasi wisata selam unggulan di Indonesia. Wisata bahari dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang bergerak di sektor jasa wisata, penginapan, transportasi laut, hingga usaha kuliner.
Meski demikian, pengembangan wisata selam di kawasan ini juga perlu diimbangi dengan upaya konservasi. Pengelolaan kawasan laut secara berkelanjutan menjadi hal penting agar ekosistem terumbu karang dan biota laut tetap terjaga.
Dengan kekayaan lebih dari 30 titik selam serta kondisi ekosistem yang masih relatif alami, perairan Pulau Weh terus memperkuat posisinya sebagai salah satu tujuan wisata selam yang diperhitungkan di kawasan Asia Tenggara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....