Wisatawan Malaysia Masih Minati Sabang di Awal 2026
- 26 Jan 2026 22:36 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang- Kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya asal Malaysia, masih mendominasi arus wisata ke Kota Sabang pada momentum libur Tahun Baru 2026. Di tengah menurunnya minat wisatawan domestik akibat bencana alam di daratan Aceh, turis dari Negeri Jiran justru menunjukkan konsistensi dalam memilih Sabang sebagai destinasi liburan.
Agen perjalanan wisata asal Malaysia Amira Izwana mengatakan Sabang tetap menjadi tujuan favorit wisatawan Malaysia karena keindahan alam bawah laut, kemudahan akses, serta faktor kedekatan geografis dan budaya. Ia mengungkapkan, hingga akhir Januari 2026 pihaknya masih memiliki jadwal kunjungan kelompok wisata ke Sabang.
“Untuk wisatawan Malaysia, kunjungan ke Sabang masih berjalan normal. Kami masih menerima permintaan perjalanan grup dan tidak ada pembatalan signifikan, meskipun ada informasi bencana di daratan Aceh,” kata Amira, yang telah menetap dan menjalankan usaha travel di Aceh selama 10 tahun Senin (26/1/2026).
Menurutn Amira sebagian besar wisatawan Malaysia telah memahami bahwa kondisi bencana tidak berdampak langsung terhadap wilayah Sabang. Hal ini membuat mereka tetap merasa aman dan nyaman untuk berwisata, terutama menikmati snorkeling, diving, dan wisata bahari di Pulau Weh.
Dirinya juga mengapresiasi sejumlah peningkatan fasilitas pendukung pariwisata di Sabang, mulai dari pelayanan transportasi laut, kebersihan kawasan wisata, hingga keramahan pelaku wisata lokal. Namun demikian, ia mengakui suasana di beberapa destinasi unggulan terlihat lebih lengang dibandingkan tahun sebelumnya.
“Biasanya di Pulau Rubiah itu sangat ramai, bahkan harus antre untuk snorkeling atau naik perahu kaca. Sekarang suasananya jauh lebih sepi tapi justru sebagian wisatawan Malaysia menikmati kondisi ini karena lebih tenang,” ujarnya.
Stabilnya kunjungan wisatawan Malaysia di awal tahun 2026 menjadi harapan tersendiri bagi keberlangsungan sektor pariwisata Sabang. Di tengah tantangan penurunan wisatawan domestik, pasar mancanegara dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan ekonomi wisata di daerah paling barat Indonesia tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....