Ujung Tahun di Ujung Barat, Sunyi, Syahdu, Bermakna

  • 27 Des 2025 04:23 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Saat sebagian kota besar di Indonesia menutup tahun dengan gemerlap pesta dan hiruk-pikuk perayaan, Kota Sabang justru menghadirkan suasana yang berbeda. Di Nol Kilometer Indonesia, akhir tahun dirasakan dalam ketenangan, memberi ruang bagi refleksi dan kedekatan dengan alam.

Di kawasan wisata Iboih, keheningan terasa menyatu dengan aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir. Pemilik homestay di Iboih, Raja, mengatakan Sabang kerap dipilih wisatawan yang ingin mengakhiri tahun tanpa keramaian, jauh dari euforia berlebihan.

“Banyak tamu datang ke Sabang untuk mencari tenang, bukan untuk berpesta. Mereka menikmati laut, duduk di pantai, dan menutup tahun dengan cara sederhana. Ketenangan justru menjadi daya tarik utama Sabang di penghujung tahun,” ujar Raja, Minggu (27/12/2025).

Bagi warga lokal, akhir tahun tetap berjalan seperti hari-hari biasa. Nelayan Sabang, Muslem, menyebut aktivitas melaut tetap dilakukan sebagaimana mestinya, diiringi suasana laut yang relatif bersahabat.

“Kami tetap melaut dan bekerja seperti biasa. Akhir tahun di Sabang itu tenang, tidak ramai, dan terasa damai. Kehidupan yang berjalan selaras dengan alam menjadi kekuatan masyarakat pesisir,” kata Muslem.

Ketenangan Sabang juga dirasakan wisatawan yang datang dari luar daerah. Fazli, wisatawan lokal asal Aceh, mengaku sengaja memilih Sabang untuk menghabiskan akhir tahun dalam suasana sunyi dan menenangkan.

“Di tengah kondisi Aceh yang masih berduka akibat bencana beberapa waktu lalu, saya ingin menutup tahun dengan lebih banyak merenung dan bersyukur. Sabang memberi ruang untuk kembali menata perasaan dan harapan,” ujar Fazli.

Hingga kini, sebagian wilayah Aceh masih dalam proses pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sebulan terakhir. Dalam ketenangan Sabang, empati terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana tetap hadir dan menjadi bagian dari refleksi akhir tahun.

Di ujung barat Nusantara, Sabang menegaskan bahwa akhir tahun tak selalu harus dirayakan dengan gemerlap. Dalam sunyi yang syahdu, kota kecil ini menawarkan makna, ketenangan, serta harapan baru yang lahir dari kesadaran dan kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....