BMKG Prediksi Lintas Timur-Tengah Aceh dilanda Cuaca Ektrim

  • 22 Sep 2026 00:14 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Aceh dalam tiga hari mendatang, Senin hingga Rabu, 21–23 September 2026. Sejumlah wilayah diprediksi berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan mewaspadai potensi bencana hidrometerologi.

Masyarakat yang berada di wilayah dalam peringatan dini tersebut diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan, seperti genangan, pohon tumbang atau bencana hidrometerologi, maupun gangguan aktivitas masyarakat.

Pada Senin, 21 September 2026, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues dan Bener Meriah. Wilayah lainnya juga berpotensi dalam kondisi cuaca buruk, seperti Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Bireuen, Pidie dan Pidie Jaya

Sementara itu, pada Selasa, 22 September 2026, kondisi cuaca ekstrim juga diprakirakan terjadi di Aceh Timur, Gayo Lues, Bireun, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Langsa. Memasuki Rabu, 23 September 2026, kondisi yang sama diprediksi terjadi di wilayah Aceh Timur, Gayo Lues, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara dan Langsa.

Kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby serta adanya daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung peningkatan aktivitas konvektif di wilayah Aceh. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di Samudra Hindia sebelah barat Sumatera dan perairan timur Aceh turut berpotensi meningkatkan proses penguapan. Kondisi tersebut dapat menambah kandungan uap air di atmosfer dan mendukung terbentuknya awan hujan.

Dengan kondisi tersebut, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dan angin kencang, terutama masyarakat yang berada di wilayah yang masuk dalam peringatan dini. Cuaca buruk juga perlu diantisipasi karena dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat, perjalanan, maupun kondisi lingkungan.

Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi dan pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG serta mengikuti arahan dari pihak berwenang. Kewaspadaan menjadi penting mengingat kondisi cuaca dapat berubah dengan cepat dalam beberapa hari ke depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....