Sabang Jadi Jendela Kota dalam City Branding 98 APEKSI

  • 21 Sep 2026 11:52 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kota Sabang menjadi daerah yang diperkenalkan dalam rubrik Jendela Kota APEKSI pada pekan ini. Rubrik yang hadir setiap akhir pekan tersebut mengajak masyarakat mengenal berbagai potensi dan identitas kota-kota anggota Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia atau APEKSI.

Melalui tema Jendela Kota Sabang, pembaca diajak menjelajahi kota di ujung barat Indonesia yang memiliki kekayaan sejarah maritim, peninggalan pertahanan, kawasan kota lama serta wisata bahari.

Dalam materi yang dipublikasikan APEKSI Dilansir RRI, Senin 21 September 2026, Sabang diperkenalkan melalui sejumlah destinasi dan bangunan bersejarah. Di antaranya Kilometer Nol Indonesia, Benteng Batere A di Cot Ba'u, Benteng Jepang Anoi Itam, situs Karantina Haji Pulau Rubiah serta kawasan Kota Lama.

Jejak sejarah juga terlihat di kawasan Perumahan Sabang Maskapai di Gampong Kuta Ateuh. Kawasan yang dibangun pada 1909 tersebut menjadi salah satu peninggalan yang menggambarkan perkembangan Sabang sebagai kota pelabuhan dan perdagangan.

Selain peninggalan sejarah, Jendela Kota Sabang turut memperkenalkan sejumlah landmark yang memperkuat identitas maritim kota. Mercusuar Ujong Asam dan Menara Merah Putih menjadi bagian dari lanskap Sabang yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.

Sabang juga tidak terlepas dari wisata bahari. Keindahan laut Pulau Weh, Pulau Rubiah, Gapang dan sejumlah kawasan pesisir menjadi daya tarik yang melengkapi perjalanan wisata di kota tersebut.

APEKSI mengajak masyarakat menjadikan akhir pekan sebagai kesempatan untuk mengenal lebih dekat kota-kota di Indonesia melalui rubrik Jendela Kota.

"Jak geutanyoe u Sabang! Ayo kita ke Kota Sabang," menjadi ajakan yang disampaikan dalam materi Jendela Kota pekan ini.

Rubrik Jendela Kota merupakan bagian dari program City Branding 98 Kota Anggota APEKSI yang hadir setiap akhir pekan untuk memperkenalkan karakter, potensi dan daya tarik kota-kota di Indonesia.

Melalui Jendela Kota Sabang, sejarah dan keindahan alam dipadukan menjadi cerita tentang sebuah kota pelabuhan di ujung barat Indonesia yang memiliki banyak sisi untuk dijelajahi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Sabang Harry Susethia mengatakan, masih banyak potensi wisata Sabang yang dapat dikembangkan dan diperkenalkan kepada wisatawan.

“Kita harus menciptakan destinasi-destinasi wisata baru yang ada di Kota Sabang. Kalau kita lihat saat ini, banyak sekali destinasi wisata yang belum kita manfaatkan secara optimal,” ujar Harry.

Dia menambahkan, Sabang memiliki banyak cerita yang bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Ada Kilometer Nol, sejarah pelabuhan, benteng-benteng peninggalan masa perang, kawasan kota lama, Pulau Rubiah dan tentu kekayaan wisata bahari. Semua itu menjadi bagian dari identitas Sabang yang perlu terus diperkenalkan.

“Promosi seperti ini kami harapkan bisa membuat semakin banyak orang mengenal Sabang dan tertarik datang. Ketika wisatawan datang, dampaknya juga diharapkan dirasakan masyarakat melalui sektor transportasi, akomodasi, kuliner, UMKM dan ekonomi kreatif," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....