ACF 2026 Angkat Gastronomi dan Ragam Kuliner Aceh

  • 07 Sep 2026 17:11 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Banda Aceh: Aceh Culinary Festival atau ACF 2026 kembali digelar di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, pada 11 hingga 14 September 2026. Festival tahun ini mengangkat gastronomi Aceh yang berkaitan dengan sejarah, budaya dan kekayaan rempah.

Lebih dari 100 pelaku UMKM kuliner akan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mereka bergabung dengan perwakilan dari 11 kabupaten/kota di Aceh serta 20 komunitas dan inisiatif kreatif dari Aceh, Jakarta dan Bali.

Founder sekaligus Festival Director ACF, Wan Windi Lestari, mengatakan ACF 2026 tidak hanya menjadi ruang transaksi makanan dan produk UMKM. Festival tersebut juga diarahkan untuk mengenalkan identitas kuliner Aceh kepada masyarakat.

“ACF tahun ini bukan lagi sekadar festival kuliner atau pasar UMKM biasa. Kami ingin menjadikannya sebagai ruang untuk mengenal gastronomi Aceh yang berbasis sejarah, budaya dan kekayaan rempah,” kata Wan Windi.

Konsep gastronomi Aceh akan ditampilkan melalui sejumlah zona. Paviliun Kuliner Tradisional Aceh menghadirkan makanan dari Aceh Besar, Aceh Selatan, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Barat, Sabang, Aceh Jaya, Nagan Raya, Simeulue, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

Setiap paviliun juga menghadirkan penutur cerita yang menjelaskan sejarah dan warisan kuliner dari daerah masing-masing. Pengunjung tidak hanya dapat mencicipi makanan tetapi juga mengenal cerita di balik hidangan tersebut.

Selain kuliner Aceh, ACF 2026 menghadirkan Galarasa Nusantara yang membawa makanan dari berbagai daerah Indonesia. Sementara Bandar Rasa menyajikan kreasi kuliner baru dan global comfort food.

Festival juga menghadirkan kelas pengolahan bahan pangan lokal. Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain pengolahan asam sunti menjadi candy roll, pembuatan kaldu bubuk dari ikan kayu, kelas masakan warisan dan lokakarya meracik bumbu Aceh.

Wan Windi menyebut salah satu agenda utama adalah Forum Gastronomy Semeja Makan. Forum ini mempertemukan antropolog, sejarawan, penulis budaya, chef, konsultan kuliner, maestro rempah, peneliti dan pelaku gastronomi.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, mengatakan ACF menjadi salah satu gambaran perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh. Keterlibatan pelaku usaha dan komunitas dinilai menunjukkan potensi ekonomi kreatif daerah.

“ACF menjadi salah satu gambaran semakin berkembangnya ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh,” ujar Dedy.

ACF 2026 dijadwalkan dibuka pada 11 September pukul 16.30 WIB melalui Khanduri Raya 8 Belanga. Agenda ini menghadirkan delapan jenis kuah khas yang merepresentasikan delapan suku asli di Aceh.

Panitia juga menerapkan kupon jajan senilai Rp15 ribu bagi pengunjung yang memasuki area Galarasa Nusantara. Kupon tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di area festival dengan nilai yang sama.

Dari sisi lingkungan, pengunjung dianjurkan membawa tas belanja dan botol minum sendiri. Pelaku UMKM juga diimbau mengurangi penggunaan kantong plastik dan penjualan air minum dalam kemasan tidak diperkenankan di area festival.

ACF telah empat kali masuk jajaran Top 10 Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI. Penyelenggaraan 2026 diharapkan semakin memperkuat kuliner Aceh sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemko) Sabang siap memamerkan beragam kuliner khas dan produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada ajang Aceh Culinary Festival (ACF) 2026 di Banda Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....