Travel Wisata Keluhkan Tiket KM Nol Rp15 Ribu, BKSDA: Sesuai Aturan
- 07 Sep 2026 15:43 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang: Pungutan tiket masuk kawasan Tugu Kilometer Nol Sabang sebesar Rp15 ribu per orang dikeluhkan pelaku usaha travel wisata.
Keluhan itu disampaikan Nizam Travel asal Medan, Sumut melalui grup Facebook Aneuk Sabang, Sabtu 5 September 2026. Ia mempertanyakan pungutan yang tetap diberlakukan saat kondisi sejumlah ornamen Tugu Kilometer Nol terlihat berkarat.
Dalam video berdurasi 46 detik yang diunggahnya, Nizam menyoroti kondisi besi pada bagian tugu yang dinilai dapat membahayakan wisatawan. Ia juga mempertanyakan penggunaan uang tiket masuk yang tetap dipungut meski perbaikan Tugu Kilometer Nol belum dilakukan.
“Tiket masuk ke Kilometer Nol Rp15 ribu per orang. Yang dilihat besi berkarat yang membahayakan para wisatawan berfoto di bawah. Sangat mengecewakan,” ujar Nizam dalam video tersebut.
Nizam kembali mempertanyakan kondisi ikon wisata yang berada di titik paling barat Indonesia itu. “Tiket masuk Rp15 ribu cuma nengok besi berkarat. Ke mana uang tiket ini larinya? Kenapa tidak ada perbaikan untuk Kilometer Nol yang merupakan ikon paling barat Indonesia? Sangat mengecewakan,” katanya.
Selain kondisi fisik tugu, Nizam juga menyoroti tarif yang tetap dibebankan kepada wisatawan yang datang melalui jasa travel. “Travel wisata yang aktif bawa tamu ke Kilometer Nol pun wajib bayar Rp15 ribu per orang. Tak ada pengecualian,” tulis Nizam Travel dalam unggahannya.
Keluhan tersebut menempatkan pungutan masuk dan kondisi fasilitas Tugu Kilometer Nol dalam satu sorotan. Bagi pelaku usaha travel, kondisi destinasi menjadi bagian penting karena mereka membawa wisatawan langsung ke lokasi.
Menanggapi hal itu, Kepala BKSDA Aceh Ujang Wisnu Barata menjelaskan bahwa tarif Rp15 ribu memang diberlakukan pada akhir pekan dan hari libur.
“Sebagaimana PP 36/2024 tentang tarif PNBP, Rp15 ribu di akhir pekan dan hari libur,” kata Ujang saat dikonfirmasi, Senin 7 September 2026.
Ujang menjelaskan pungutan tersebut merupakan Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP. Tarifnya mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Dengan demikian, pungutan Rp15 ribu tersebut merupakan tarif masuk kawasan sesuai ketentuan PNBP. Pungutan itu tidak berkaitan langsung dengan pembiayaan renovasi fisik Tugu Kilometer Nol.
Sementara terkait kondisi tugu, Ujang mengatakan BKSDA hanya melakukan penanganan terhadap ornamen yang dinilai sudah rapuh dan berkarat. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bagian tugu yang berpotensi membahayakan pengunjung. “Untuk Tugu KM Nol yang kita lakukan adalah merapikan ornamen agar tidak membahayakan pengunjung. Yang sudah rapuh dan berkarat dilepas,” ujarnya.
Ujang menegaskan tindakan tersebut bukan merupakan renovasi besar terhadap Tugu Kilometer Nol. BKSDA hanya menjalankan kewenangannya dalam pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam, termasuk aspek perlindungan dan keselamatan pengunjung. Adapun renovasi besar atau pembangunan kembali Tugu Kilometer Nol berkaitan dengan status tugu sebagai aset Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang atau BPKS.
“Kalau renovasi lagi seperti semula atau mau dibangun seperti apa, itu programnya di BPKS. Kami hanya fokus supaya pengunjung aman ketika berada di sekitar tugu,” kata Ujang.
Ia mengatakan BKSDA tidak dapat memastikan kapan ornamen yang telah dilepas akan kembali seperti kondisi sebelumnya. Penentuan desain maupun pelaksanaan renovasi besar berada pada kewenangan pihak yang mengelola aset tersebut. “Untuk yang bagian renovasi besarnya langsung konfirmasi ke teman-teman BPKS saja. Saya hanya bisa sampaikan yang sesuai kewenangan BKSDA,” ujarnya.
Penjelasan BKSDA tersebut memisahkan dua persoalan yang menjadi sorotan. Pungutan Rp15 ribu merupakan PNBP atas pemanfaatan kawasan, sedangkan perbaikan konstruksi Tugu Kilometer Nol berkaitan dengan aset BPKS.
Di sisi lain, keluhan pelaku usaha travel menunjukkan persoalan kualitas fasilitas tetap menjadi perhatian wisatawan. Kilometer Nol merupakan salah satu destinasi utama yang menjadi tujuan wisatawan ketika berkunjung ke Sabang.
Dengan tarif masuk yang tetap diberlakukan sesuai ketentuan, perhatian berikutnya tertuju pada kondisi fasilitas dan keberlanjutan penanganan Tugu Kilometer Nol. Perbaikan fisik Tugu Kilometer Nol dapat dilakukan sehingga pengalaman wisatawan sejalan dengan citra kawasan sebagai salah satu ikon utama pariwisata Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....