Baliho Karhutla Banjiri Kota Sabang, Pesan “Stop Membakar” Terpampang di Jalan
- 31 Agt 2026 23:06 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pemandangan berbeda terlihat di sejumlah ruas jalan Kota Sabang. Baliho berisi pesan pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla mulai “membanjiri” ruang publik sebagai pengingat agar warga tidak sembarangan menggunakan api.
Amatan mata di sejumlah lokasi menunjukkan baliho imbauan tersebut dipasang di titik-titik yang mudah terlihat masyarakat. Pesannya cukup tegas - masyarakat diminta menghentikan kebiasaan membakar hutan dan lahan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
Kemunculan baliho dalam jumlah cukup banyak ini menjadi perhatian tersendiri setelah sejumlah kejadian kebakaran lahan terjadi di wilayah Kota Sabang dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi lahan yang kering ditambah angin berpotensi membuat api dengan cepat menjalar ke kawasan lain.
Salah satu kebakaran terjadi di kawasan Tinjau Alam, Gampong Aneuk Laot, Kecamatan Sukakarya pada 23 Agustus 2026. Petugas pemadam kebakaran turun melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan dan tidak lagi ditemukan titik api.
Kampanye pencegahan kini tidak hanya mengandalkan imbauan dari petugas. Pemerintah Kota Sabang menggunakan ruang-ruang publik sebagai media pengingat agar pesan bahaya pembakaran lahan terus terlihat ketika masyarakat melintas.
Baliho tersebut mengingatkan warga agar tidak membakar lahan untuk membersihkan kebun maupun membakar sampah di kawasan yang rawan terbakar. Penggunaan api yang tidak terkendali dinilai dapat menjadi awal dari kebakaran yang mengancam kawasan hijau.
Pesan pencegahan juga diarahkan kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan. Warga diminta segera melaporkan apabila melihat asap atau titik api agar petugas dapat bergerak sebelum kebakaran semakin meluas.
Pemasangan baliho menjadi bagian dari kampanye “Stop Membakar Hutan dan Lahan” yang digencarkan Pemerintah Kota Sabang bersama instansi terkait. Edukasi juga diharapkan terus diperkuat melalui perangkat gampong, BPBD, Damkar dan unsur keamanan.
Bagi Kota Sabang yang memiliki kawasan hutan dan destinasi wisata alam, ancaman Karhutla bukan sekadar persoalan api. Kebakaran dapat merusak kawasan hijau, mengganggu aktivitas warga dan mengancam lingkungan yang menjadi salah satu kekuatan pariwisata Sabang.
Kini, pesan “Stop Membakar Hutan dan Lahan” terpampang di berbagai sudut kota. Tinggal bagaimana pesan yang memenuhi ruang publik itu benar-benar menjadi pengingat sebelum sebatang korek api dinyalakan sembarangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....