Waspada Karhutla, BMKG Deteksi Peningkatan Titik Panas di Aceh

  • 20 Agt 2026 13:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memprediksi peningkatan titik panas di sejumlah wilayah Aceh masih berpotensi terjadi, terutama seiring kondisi cuaca yang dapat mendukung munculnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah yang mulai menunjukkan konsentrasi titik panas cukup tinggi.

Prediksi tersebut sejalan dengan hasil pemantauan titik panas dalam dua hari terakhir yang menunjukkan peningkatan sangat signifikan. Pada 18 Agustus 2026 selama 24 jam, terdeteksi sebanyak 7 titik panas di Aceh. Titik-titik tersebut tersebar di Aceh Besar sebanyak 2 titik, Aceh Jaya 2 titik, Aceh Tenggara 1 titik, Pidie 1 titik, dan Pidie Jaya 1 titik.

Seluruh titik panas yang terdeteksi pada 19 Agustus berada pada tingkat kepercayaan sedang atau zona kuning. Kondisi ini menunjukkan adanya indikasi titik panas yang perlu terus dipantau dan diverifikasi, terutama untuk memastikan apakah berkaitan dengan aktivitas pembakaran maupun kebakaran di lapangan.

Sehari kemudian, pada 20 Agustus 2026, jumlah titik panas mengalami lonjakan drastis menjadi 107 titik. Angka tersebut meningkat lebih dari 15 kali lipat dibandingkan jumlah titik panas sehari sebelumnya.

Sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Pidie dengan 40 titik, kemudian Aceh Besar sebanyak 32 titik dan Bireuen 14 titik. Selanjutnya, terdapat 7 titik di Aceh Utara, masing-masing 2 titik di Pidie Jaya, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, dan Aceh Tengah, serta 1 titik di Aceh Jaya.

Dari sisi tingkat kepercayaan, seluruh titik panas pada 20 Agustus berada pada kategori kuning dan hijau, yang masing-masing menggambarkan tingkat kepercayaan sedang dan rendah. Karena itu, keberadaan titik panas tetap perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan dan pengecekan kondisi aktual di lapangan.

Lonjakan ini menjadi perhatian karena terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, khususnya Pidie dan Aceh Besar, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla.

BMKG Aceh mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama dengan menghindari aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memicu munculnya api dan memperluas area terdampak. Pemantauan perkembangan titik panas juga penting dilakukan sebagai langkah awal untuk mengantisipasi potensi karhutla di Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....