BPJS Kesehatan Bangun Taman Budaya JKN di Sabang

  • 08 Agt 2026 00:32 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meresmikan Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif di kawasan depan Gedung Wali Kota Sabang. Kehadiran ruang publik tersebut menjadi simbol kampanye semangat gotong royong dalam mendukung keberlangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Indonesia.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) dr. Prihati Pujowaskito, mengatakan pembangunan taman tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan media edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya kepesertaan JKN dan budaya saling membantu dalam bidang kesehatan. Menurutnya, konsep gotong royong menjadi nilai utama yang ingin terus ditanamkan kepada masyarakat.

"Ini bukan hanya sebuah taman, tetapi menjadi simbol bagaimana semangat gotong royong dalam program JKN harus terus dijaga dan diwariskan kepada masyarakat dari Sabang hingga Merauke. Peserta yang dalam kondisi sehat diharapkan tetap menjalankan kewajibannya membayar iuran sehingga dapat membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan," ujar Prihati Pujowaskito," Jum’at 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, pemilihan Sabang sebagai lokasi pembangunan taman tersebut memiliki makna tersendiri karena berada di wilayah paling barat Indonesia. Setelah peresmian di Sabang, BPJS Kesehatan juga berencana menghadirkan taman serupa di wilayah paling timur Indonesia, yakni Merauke, bertepatan dengan momentum Hari Olahraga Nasional pada 9 September mendatang.

Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif di kawasan depan Gedung Wali Kota Sabang. (Foto: RRI/ HM)

Selain menjadi ruang publik, Taman Budaya dan Prasasti Inisiatif juga memperkenalkan nilai-nilai utama yang diterapkan BPJS Kesehatan dalam menjalankan program JKN. Nilai tersebut dirangkum dalam konsep "Inisiatif" yang mencakup integritas, kolaborasi, pelayanan prima, dan inovasi.

“Integritas menjadi dasar dalam mengelola dana peserta secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab agar setiap rupiah yang dikumpulkan dapat digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat. Sementara nilai kolaborasi diwujudkan melalui kerja sama antara BPJS Kesehatan dengan peserta, tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam aspek pelayanan, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pembiayaan terhadap layanan kesehatan yang memang dibutuhkan peserta. Selain itu, berbagai inovasi juga terus dikembangkan untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi dan layanan, baik secara langsung maupun melalui kanal digital.

“BPJS Kesehatan telah menyediakan berbagai layanan seperti Care Center 165, layanan administrasi melalui Pandawa berbasis WhatsApp selama 24 jam, serta aplikasi Mobile JKN yang kini telah digunakan puluhan juta masyarakat. Melalui aplikasi tersebut, peserta dapat mengecek status kepesertaan maupun memperoleh berbagai informasi layanan Kesehatan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....