Petani Nilam Bateshok Harapkan Bantuan Ketel Penyulingan

  • 31 Jul 2026 21:22 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Pengembangan komoditas nilam di Gampong Bateshok, Kota Sabang, masih menghadapi kendala pada proses penyulingan. Keterbatasan fasilitas membuat petani harus menunggu cukup lama untuk mengolah hasil panen menjadi minyak nilam.

Keuchik Gampong Bateshok, Ridwan, mengatakan hingga saat ini petani nilam hanya memiliki satu unit ketel penyulingan yang digunakan secara bergantian. Kondisi tersebut menyebabkan antrean penyulingan dapat mencapai satu bulan, terutama saat musim panen.

"Saat ini kendala terbesar kami ada pada proses penyulingan. Ketel yang tersedia hanya satu unit sehingga petani harus mengantre, bahkan waktunya bisa mencapai satu bulan," kata Ridwan, Jumat 31 Juli 2026.

Menurutnya, keterbatasan fasilitas tersebut berdampak pada proses produksi minyak nilam yang menjadi salah satu komoditas unggulan masyarakat Bateshok. Padahal minat warga untuk mengembangkan tanaman nilam terus meningkat karena memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

"Kalau fasilitas penyulingan ditambah, tentu proses produksi akan lebih cepat. Petani juga bisa segera menjual hasilnya sehingga perputaran ekonomi masyarakat menjadi lebih baik," ujarnya.

Ridwan menjelaskan pemerintah gampong terus berupaya berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penambahan fasilitas penyulingan dapat direalisasikan. Dukungan tersebut dinilai penting untuk menunjang pengembangan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Ia berharap pemerintah, dunia usaha, maupun pihak terkait dapat membantu penyediaan ketel penyulingan tambahan bagi petani nilam di Bateshok. Dengan bertambahnya kapasitas penyulingan, produksi minyak nilam diharapkan meningkat sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat dan memperkuat posisi Bateshok sebagai sentra penghasil nilam di Kota Sabang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....