Minim Informasi, Keterbukaan Kinerja BSI Dipertanyakan
- 31 Jul 2026 19:12 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang: Keterbukaan informasi yang menjadi bagian penting dalam tata kelola perbankan kembali menjadi sorotan. Kali ini, perhatian mengarah kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) terkait penyampaian informasi dasar mengenai kinerja perusahaan kepada publik.
Informasi yang diminta tidak berkaitan dengan data rahasia maupun identitas nasabah. Data tersebut mencakup penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), seperti tabungan dan deposito, khususnya pada BSI Cabang Sabang.
Namun, informasi tersebut belum dapat diberikan oleh pihak BSI Regional Aceh. Perwakilan BSI Aceh, Nazaruddin MZ, menyampaikan materi pemberitaan BSI selama ini telah dibagikan melalui grup WhatsApp BSI-Media.
“Materi pemberitaan terkait BSI selalu kami sampaikan ke media melalui WAG BSI-Media,” kata Nazaruddin, saat dikonfirmasi awak media Jumat 31 Juli 2026.
Penjelasan tersebut belum menjawab permintaan terkait data kinerja perbankan. Informasi yang diminta meliputi nilai DPK serta kondisi pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF).
Data tersebut menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk melihat kondisi kinerja perbankan. Informasi itu juga berbeda dengan materi publikasi kegiatan maupun informasi seremonial perusahaan.
Nazaruddin mengatakan pihaknya masih harus berkoordinasi dengan kantor pusat. Koordinasi diperlukan karena informasi yang diminta berkaitan dengan publikasi kinerja perusahaan.
“Kami koordinasikan dengan kantor pusat kami dulu, karena terkait publikasi kinerja perusahaan,” ujarnya.
| Baca juga: PUPR Respon Keluhan Jalan Rusak di Sabang |
Pihak BSI juga menyampaikan data Semester I Tahun 2026 belum tersedia untuk dipublikasikan. Saat ini, laporan keuangan periode tersebut masih menjalani proses limited review di kantor pusat.
“Saat ini data Juni belum terbit karena sedang proses limited review laporan keuangan di kantor pusat,” jelas Nazaruddin.
Ia mengatakan informasi akan disampaikan setelah proses tersebut selesai. Data yang dirilis nantinya mencakup kinerja BSI secara nasional dan Regional Aceh.
“Nanti kalau sudah ada, kami sampaikan kinerja BSI secara nasional dan Regional Aceh posisi Semester I Juni 2026,” katanya.
| Baca juga: MATA: APBA 2026 Berisiko Defisit |
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai akses publik terhadap informasi kinerja perusahaan. BSI merupakan perusahaan terbuka dan salah satu bank syariah terbesar di Indonesia.
Publik berharap informasi mengenai kinerja perusahaan dapat disampaikan secara transparan, tepat waktu, dan mudah diakses. Keterbukaan tersebut tetap memperhatikan ketentuan mengenai kerahasiaan nasabah dan informasi yang dikecualikan.
Keterbukaan informasi tidak hanya berkaitan dengan publikasi kegiatan dan program perusahaan. Penyampaian data kinerja juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Ketika informasi dasar sulit diperoleh atau belum tersedia, ruang spekulasi dapat muncul di tengah masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap institusi perbankan.
BSI diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai ketersediaan data kinerja. Kejelasan juga diperlukan terkait alasan data tertentu belum dapat disampaikan kepada publik.
Transparansi tidak hanya diwujudkan melalui publikasi kegiatan promosi dan seremonial. Keterbukaan juga perlu ditunjukkan melalui penyampaian informasi kinerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....