BMKG: Aceh Berpotensi Dilanda Hujan Lebat di Tengah Perluasan Musim Kemarau

  • 29 Jun 2026 08:11 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat Aceh untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini terjadi meskipun sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau.

Berdasarkan prakiraan BMKG, periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026 masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Aceh. Fenomena cuaca tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif dan mendukung pertumbuhan awan hujan.

BMKG mencatat, hingga dasarian III Juni 2026, sebanyak 37,6 persen wilayah Indonesia atau sekitar 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, peralihan musim tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan, terutama akibat pengaruh faktor atmosfer skala regional maupun lokal.

Kepala BMKG menjelaskan, sejumlah fenomena atmosfer saat ini berlangsung secara bersamaan. Salah satunya aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang diprakirakan melintasi wilayah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau bagian selatan, hingga beberapa wilayah Indonesia timur.

Aktivitas MJO tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif yang menghasilkan hujan. Selain itu, gelombang atmosfer lain seperti gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga turut memengaruhi kondisi cuaca di beberapa daerah.

Catatan BMKG menunjukkan, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Curah hujan harian tertinggi tercatat mencapai 149 milimeter per hari di Kalimantan Barat, kemudian Jawa Timur 106 milimeter per hari, Kepulauan Riau 93 milimeter per hari, Sumatra Utara 92 milimeter per hari, dan Sumatra Barat 80 milimeter per hari.

Sementara di Aceh, curah hujan tertinggi yang tercatat mencapai 59 milimeter per hari. Angka tersebut menunjukkan masih adanya suplai uap air dan kondisi atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan meski musim kemarau mulai berlangsung.

BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua. Sistem tersebut dapat menyebabkan perlambatan angin serta pertemuan massa udara yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah terdampak.

Pada periode 26 hingga 28 Juni 2026, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami hujan ringan hingga hujan lebat. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berada dalam status siaga untuk Aceh dan Maluku.

Memasuki periode 29 Juni hingga 2 Juli 2026, potensi hujan masih dapat terjadi di sejumlah daerah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, terutama banjir, longsor, serta gangguan aktivitas masyarakat akibat hujan dengan intensitas tinggi.

BMKG mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Selain menghadapi potensi hujan ekstrem, masyarakat juga diminta menjaga kondisi tubuh selama musim kemarau, mencukupi kebutuhan cairan, serta mengantisipasi paparan suhu panas saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG menegaskan, informasi cuaca dan peringatan dini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan dinamika atmosfer.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....