Dalam Satu Dekade, Tiga Kapal Pengangkut LPG ke Sabang Tenggelam

  • 11 Jun 2026 00:27 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Tenggelamnya kapal pengangkut LPG di perairan Babah Kuala, Banda Aceh, pada Juni 2026 menambah daftar panjang insiden distribusi gas elpiji untuk Kota Sabang. Berdasarkan penelusuran arsip di ruang pemberitaan, sedikitnya tiga kapal pengangkut LPG yang melayani kebutuhan masyarakat Pulau Weh tercatat tenggelam dalam kurun waktu kurang dari satu dekade, memunculkan pertanyaan mengenai keandalan kapal angkut dan sistem distribusi energi ke wilayah kepulauan tersebut.

Sebagaimana dilansir kantor berita ANTARA, insiden serupa pernah terjadi pada 1 Januari 2017 ketika KM Megah Scorpion tenggelam di perairan Teluk Jaboi, Sabang. Kapal tersebut mengangkut sekitar 560 tabung LPG 3 kilogram dan 90 tabung LPG 12 kilogram dari Banda Aceh menuju Sabang. Seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam kejadian tersebut.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 15 September 2017, kapal pengangkut LPG milik PT Gas Aneuk Meugah Sabang dan PT Ratu Mulia Jaya kembali mengalami kecelakaan laut di perairan dekat Lampulo, Banda Aceh. Kapal yang mengangkut lebih dari seribu tabung LPG untuk kebutuhan masyarakat Sabang itu dilaporkan tenggelam dan sempat memicu operasi pencarian terhadap anak buah kapal yang dinyatakan hilang.

Hampir sembilan tahun berselang, insiden serupa kembali terjadi. Pada 6 Juni 2026, kapal pengangkut LPG milik agen PT Gas Aneuk Meugah Sabang tenggelam di kawasan Babah Kuala, Banda Aceh. Informasi awal menyebutkan kapal mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi dan menyebabkan sekitar 1.200 tabung LPG kosong hanyut .

Rangkaian insiden tersebut memunculkan pertanyaan mengenai keandalan sistem distribusi LPG ke wilayah kepulauan yang selama ini bergantung pada transportasi laut. Setiap gangguan pengiriman berpotensi memengaruhi pasokan energi rumah tangga, usaha mikro, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Kota Sabang.

Anggota DPRA asal Sabang, Nazaruddin atau Tgk Agam, sebelumnya meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap distributor dan kapal angkut yang digunakan dalam distribusi LPG ke Sabang. Sebab, keselamatan pelayaran dan jaminan pasokan energi masyarakat harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi.

Selain evaluasi pada kapal angkut, sejumlah kalangan juga menilai diperlukan langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan pasokan ketika terjadi cuaca ekstrem maupun kendala operasional lainnya. Hal itu penting mengingat Sabang merupakan daerah kepulauan yang tidak memiliki akses distribusi darat sebagai alternatif pengiriman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....